Azalea melepaskan pelukan Arsen, menatap Arsen dengan mata yang penuh air mata, tapi ada sesuatu yang lain di sana. Bukan takut. Tapi bingung, sedih, dan rasa bersalah yang besar.Bu Lily yang dari tadi mendengar keributan dari dapur, datang dengan wajah panik, "Ada apa? Ada apa? Kenapa Azalea nangis lagi?"Arsen menjelaskan dengan singkat, dengan suara masih emosi, tentang telepon pengacara, tentang Bara mau bunuh diri, tentang Bu Ratna yang lumpuh dan mau dibawa ke panti jompo.Bu Lily langsung menutup mulutnya, "Ya Allah... Bu Ratna..."Azalea mengangguk, air matanya makin deras.Sekarang, mendengar Bu Ratna sendirian, lumpuh, mau dibawa ke panti jompo, hati Azalea yang lembut itu kembali berperang. Tidak tega dengan Bu Ratna, karena bagaimanapun Bu Ratna adalah mantan mertuanya, orang tua yang sakit.Tapi traumanya juga belum sembuh. Luka di dada kirinya masih berdenyut setiap mendengar nama Bu Ratna. Bayangan 3 tahun dimaki dan dih
Baca selengkapnya