Azalea menarik napas.“Syarat pertama, ketemu dengan Bu Ratna dan minta restu dari Bu Ratna. Tanpa restu Ibu aku, aku tidak akan pernah menikah lagi sama kamu.”Bara mengernyit. “Syarat kedua,” lanjut Azalea cepat, tidak memberi Bara waktu menolak, “Aku harus bicara dulu sama Mas Arsen, untuk mengakhiri rencana pernikahan kami secara baik-baik. Aku tidak mau jadi perempuan yang jahat, Bara. Aku tidak mau tiba-tiba hilang dan ninggalin Mas Arsen tanpa penjelasan. Aku mau ketemu Mas Arsen, aku mau jelasin kalau aku memilih kamu, supaya Mas Arsen tidak menunggu aku. Itu adab, Bara. Aku mau putus baik-baik sama Mas Arsen.”Ini jebakan. Azalea tahu, kalau ia bisa bertemu Arsen, ia selamat. Tapi Bara tidak bodoh.“Syarat ketiga, Bara harus ke psikolog buat cek kesehatan jiwa. Aku takut, Bara. Cara kamu culik aku hari ini, cara kamu bius aku, itu tidak normal. Aku takut kamu sakit, Bara. Kalau kamu sayang ak
Read More