Beranda / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 120. Rencana Tante Feli

Share

Bab 120. Rencana Tante Feli

Penulis: Chocoberry pie
last update Tanggal publikasi: 2026-08-24 18:00:17

Mendengar pertanyaan Raka membuat Feli tertawa.

“Mau nyesal pun nggak ada gunanya, Raka.” Perempuan itu memutar tubuhnya, terlentang di hadapan pria muda itu.

Kain jarik masih menutup sebagian tubuhnya yang polos, menyisakan belahan dadanya yang masih menyembul dengan sensual.

“Kamu benar. Dia memang selingkuh.” Ada senyum getir di wajah cantiknya. “Yang kamu lihat, itu cuma satu dari sekian perempuan simpanannya. Sekarang … Raka, katakan sama tante. Apa tante m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 139. Keraguan Joko

    “Ya udah! Kalau nggak mau cerai, ya nggak usah cerai! Lagian kamu, kan … yang rugi. Kamu nggak bisa kasih status istri sah buat selingkuhanmu itu.” Feli mendongakkan kepalanya, sementara kedua tangannya bertengger dengan estetik di pinggangnya. Matanya melotot ke arah Joko yang masih berdiri dengan emosi yang meledak-ledak. “Udah … udah. Om, Tante. Jangan bertengkar lagi,” bujuk Sari yang sejak tadi bungkam walau mulutnya berkali-kali ternganga saking terkejutnya mendengar berbagai rahasia yang tanpa sengaja terucap dalam pertengkaran itu. “Kita masuk aja, yuk Tan. Udah, yuk … sudah malem. Nanti darah tingginya kumat, loh.” Sari menuntun Tante Feli menjauh. Tapi baru beberapa langkah, perempuan itu kembali memutar tubuhnya. Ia menjejak lantai di bawahnya dengan kesal, membuat sepasang gumpalan di dadanya bergetar seketika. “Mas Joko! Kalau kamu masih nggak percaya kalau aku nggak bakar rumah selingkuhanmu, silahkan saja kamu lapor ke po

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 138. Gara Gara G string

    Joko mendelik. Ia langsung mengeluarkan celana berenda dari dalam kantongnya. Celana dengan coretan tinta biru permanen dengan huruf RF yang ia temukan di bawah kasur Feli beberapa hari yang lalu. “Kamu mau bilang apa, Feli!” teriak Joko sembari mengibarkan celana G string berwarna merah marun dengan coretan dua huruf itu di bagian depannya. Tapi Feli justru tertawa. Perempuan itu menggaruk kepalanya, seolah tak ada yang yang perlu ia khawatirkan. “Kenapa kamu tertawa?” bentak Joko. Matanya memerah menahan amarahnya. Ia jelas-jelas membawa bukti perselingkuhan keduanya. Raka menolehkan kepalanya. Tentu saja ia ikut panik. Dua huruf itu memang sengaja dicoretkannya di atas celana ibu kosnya saat terakhir kali mereka bercinta. Ia masih ingat, saat itu ibu kosnya keluar kamar dengan tergesa, sampai melupakan benda itu. Tapi … Raka merasa tidak berhak untuk mengakui perbuatannya di depan Joko. Bukan karena ia

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 137. Mana Buktinya?

    Raka menyilangkan kedua tangannya bersedekap di dada. Ia tetap tenang, seolah tak ada yang bisa mengusiknya. “Om Joko punya bukti kalau tante Feli yang bakar rumah Om?” tanya Raka. Lelaki muda itu mengarahkan pandangannya ke sekelilingnya. “Bagian mana yang terbakar? Aku nggak lihat ada bagian di rumah ini … yang terbakar?” “Bukan rumah ini! Rumahku yang lain!” teriak Joko mulai meradang. “Kamu nggak usah ikut campur.” Joko mengangkat kembali pisau itu ke udara. Ia kembali mengayun-ayunkan benda tajam itu untuk mengintimidasi Feli. Ia melangkah pelan, mendekati istrinya dari sisi kanan Raka. Tapi Feli tak mau kalah. Ia mengarahkan tubuh Raka sebagai tamengnya menghadapi Joko. “Daripada bakar rumah itu, mending bunuh laki-laki idiot macam kamu, tau!” Kalimat itu membuat Joko tak dapat lagi menekan emosi

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 136. Crot Sana ... Crot Sini

    Sari tercengang mendengar teriakan-teriakan suami istri pemilik kos itu. Mereka berdua seperti saling membuka aib mereka sendiri. Saking emosinya, mereka bahkan tak peduli setiap teriakan dan caci maki itu membuat penghuni kos merasa gelisah dan terganggu. “Apa maksudmu?” Feli tak mau kalah, “Oooh … jadi kamu mau putar balik fakta, kalau kamu justru si tukang selingkuh itu. Kamu mau putar balik apa lagi? Mau bilang kalau keponakanmu sendiri takut sama kamu, karena nyaris kamu perkosa?” Joko semakin murka. “Kamu mau ungkit masalah itu lagi? Itu karena kamu nggak becus muasin aku.” “Ooh … jadi siapa yang bisa bikin kamu puas? Selingkuhan yang sudah kamu kasih rumah itu?” Feli tertawa terkekeh. Tawa yang membuat Joko tak dapat menahan emosinya lagi. Lelaki itu melangkah mendekati Feli dengan pisau yang tergenggam erat di tangannya. “Aku nggak heran Rizky nin

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 135. Tuduhan Joko

    Joko turun dari mobilnya. Wajahnya merah saking marahnya. Langkahnya cepat saat memasuki gerbang rumahnya. “Feli! Feli! Kamu dimana?!” Teriaknya lantang. Para penghuni rumah kos, langsung keluar. Mereka yang selama ini selalu beranggapan bahwa hubungan keluarga pemilik kos yang rukun dan harmonis itu, tentu saja kaget. “Tante Feli lagi keluar, Om. Arisan deh, kayaknya.” Nisa keluar dari kamarnya dengan tangan yang masih sibuk mengekor kuda rambutnya itu langsung menyahut. “Kenapa Om?” “Telpon dia sekarang juga! Suruh pulang, atau aku suruh polisi buat cari dia.” Joko mendelik ke arah Nisa. Nisa langsung menurunkan tangannya. Rambut yang sudah terangkat rapi tadi, urung di talinya hanya gara-gara tatapan Joko yang sangat mengintimidasi. Gadis itu langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung menelpon tante Feli. Sari mengamati kejadi

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 134. Malam Panas Yang Membara

    Joko Suramin semakin geram. Lelaki itu bisa mencium aroma perselingkuhan di tubuh istrinya. Tapi selama ini ia tak bisa melakukan apapun demi menjaga image mereka di depan penghuni kos. Selama beberapa hari terakhir, ia sengaja mengikuti Feli hanya untuk sebuah pembuktian. Dan nyatanya perempuan empat puluhan yang ia nikahi itu pergi ke sebuah klinik terapi yang terkenal di lingkungan perumahan paling mentereng di kawasan itu. Kecurigaannya semakin kuat saat mengetahui bahwa Rakasya, mantan penghuni kos yang sempat dekat bahkan diangkat oleh Feli sebagai penjaga rumah kosnya itu juga terlihat di sana. “Mas Joko, lagi mikirin apa sih?” Perempuan muda itu menyentuh pundak Joko. Lalu tanpa ragu, ia duduk di pangkuan pria matang itu. “Pasti mikirin perempuan tua itu lagi. Kapan Mas mau ceraiin dia?” Joko menghela napas. Lelaki itu menyentuh paha mulus yang seperti sedang di sajikan di pangkuannya itu. “Kalau aku ceraikan dia, sama a

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status