Share

Chapter 53 =Pasca Trauma=

Author: daydreammm_ms
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-01 22:33:51

Beberapa waktu terakhir ini, langit yang menggantung di atas Griya Nayika terlihat lebih kelabu daripada biasanya, tetapi hujan tidak kunjung turun. Seolah awan-awan itu ada hanya untuk melengkapi suasana hati Ridhika yang mendung.

Dia menghabiskan tiga hari belakangan dengan mendekam sendirian di dalam kamar. Widuri belum kembali ke akademi, sedangkan Amayra tidak diizinkannya untuk masuk. Untuk sementara, dia betul-betul mencoba menutup diri dari dunia dan menenangkan pikirannya. Sebab, meski
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 57 =Menyambut Widuri=

    "Menurutku, kamu pasti cocok memerankan tokoh protagonis wanita berkepribadian kuat," ungkap Amayra selagi sibuk mengetik analisanya menggunakan laptop. "Kudengar, belakangan ini dunia cerita dengan protagonis seperti itu sedang sangat populer."Ridhika hanya mengangguk tanpa kata. Dia juga mengetahui semua ini, tentang cerita seperti apa yang sedang tren dan banyak disukai. Saat ini, sedang menjamur sekali drama yang menceritakan tentang seorang wanita yang balas dendam pada pasangannya karena pihak lain itu berselingkuh atau memperlakukannya dengan sangat buruk. Penonton benar-benar menyukainya. Mereka bahkan ingin si protagonis wanita membalas dengan lebih kejam. Fakta yang cukup mengejutkan bagi Ridhika. Sebab, dia tidak menyangka bahwa akan ada saatnya stereotipe protagonis wanita murni dianggap membosankan, bahkan membuat frustasi. Padahal, tipe protagonis seperti ini adalah yang paling pertama tercipta dan sudah bertahan selama berabad-abad."Semua hal ada masanya, ya?" Pikirn

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 56 =Menentukan Prioritas=

    "Bagi protagonis wanita berkepribadian kuat, selama mereka bukan pihak yang memulai tindakan salah, maka perilakunya masih bisa ditelorensi. Membalas dendam, menginjak balik orang lain, semua ini masih diperbolehkan, asalkan sepadan dengan kejahatan yang dialaminya dan tidak lebih," jelas Ibu Binar sambil berkeliling kelas dengan buku teks pelajaran di tangannya. "Sedangkan, bagi protagonis wanita dengan kepribadian lembut, umumnya tindak kebaikan hatinya disarankan tidak berbatas. Kecuali, apabila sifat lembutnya itu hanyalah fasad yang digunakan untuk melindungi diri sendiri, maka batas kebaikannya disamakan dengan protagonis wanita kuat. Yakni, selama tidak melebihi tindak kejahatan yang diterimanya."Ridhika menyimak dengan sangat serius. Matanya hanya tertuju pada Ibu Binar, bahkan tubuhnya nyaris tidak bergerak. Satu-satunya hal yang kadang kala mampu merusak fokusnya hanyalah suara guntur yang saling bersahutan di luar.Pada saat, dia menoleh ke jendela yang sebagian besar men

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 55 =Memulai Kembali=

    Pagi itu, ketika Ridhika berjalan di lorong menuju Kelas Kebaikan Hati, semua anehnya tidak seburuk yang dia bayangkan. Padahal, dia sudah bersengaja tidak berjalan bersama Amayra, karena takut gadis itu dikucilkan. Akan tetapi, ternyata para siswa dan siswi tampak tidak begitu peduli. Mereka hanya melewatinya seolah dia tidak ada.Memang masih ada beberapa yang melirik dengan tatapan sinis, tetapi Ridhika tentu tidak mengindahkannya. Selama mereka tidak mengganggunya secara langsung, dia juga bisa berpura-pura seolah mereka adalah makhluk-makhluk tembus pandang.Setibanya di kelas, kursi yang biasa digunakannya tentu sudah diisi siswi lain, yang begitu melihat kedatangannya maka segera saja mulai berbisik-bisik dengan satu sama lain. Hanya tersisa dua kursi kosong, satu di samping Amayra yang tengah menatapnya seraya tersenyum lebar, sementara satunya lagi berada di pojok paling belakang ruangan.Ridhika tanpa diragukan lagi memilik kursi yang berada di belakang itu. Dia menyempatkan

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 54 =Apa Yang Terjadi di Masa Lalu?=

    "Wanita itu? Yang kamu lihat samar dalam potongan ingatanmu?" Tanya Amayra memastikan.Ridhika mengangguk. Dia sendiri bingung mengapa bisa merasa demikian. Padahal, seumur hidup, Ibu yang dia tahu adalah ... Ibu yang selalu menunggunya di rumah. Mengapa sepotong ingatan yang bahkan masih kabur saja mampu membuatnya meragukan siapa sosok Ibunya?"Kamu yakin wanita itu bukan tetangga atau sekadar orang lewat yang membantumu saja? Mungkin itulah mengapa kamu merasa dia seperti Ibumu, karena tidak asing."Kali ini, Ridhika menggeleng, "Aku dan Ibu tidak dekat dengan siapa pun di desa. Jangankan membantu, menyapa kami saja mereka enggan.""Kalau begitu, bagaimana kalau kamu coba ceritakan potongan ingatanmu itu padaku? Mungkin aku bisa ikut menilai, kira-kira kenapa kamu merasa wanita itu adalah Ibumu."Dari wajah Amayra, pandangan Ridhika beralih pada pemandangan di luar jendela. Membayangkan betapa miripnya awan mendung hari ini dengan awan yang ada pada hari dalam ingatannya. Yang tida

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 53 =Pasca Trauma=

    Beberapa waktu terakhir ini, langit yang menggantung di atas Griya Nayika terlihat lebih kelabu daripada biasanya, tetapi hujan tidak kunjung turun. Seolah awan-awan itu ada hanya untuk melengkapi suasana hati Ridhika yang mendung.Dia menghabiskan tiga hari belakangan dengan mendekam sendirian di dalam kamar. Widuri belum kembali ke akademi, sedangkan Amayra tidak diizinkannya untuk masuk. Untuk sementara, dia betul-betul mencoba menutup diri dari dunia dan menenangkan pikirannya. Sebab, meski tidak ingin mengakui, peristiwa terungkapnya identitasnya waktu itu tetaplah mengguncangnya sedemikian rupa.Ridhika memang sudah memutuskan untuk tidak peduli terhadap pandangan orang-orang. Namun, perlu penyesuaian lagi baginya agar mampu bersikap sesuai keputusan itu. "Ridhika." Suara Amayra terdengar dari balik pintu, disusul oleh beberapa kali ketukan pelan. "Aku membawakan catatan dari kelas-kelas kita beberapa hari ini untukmu."Ridhika menghela napas berat. Membayangkan bertemu dengan

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 52 =Hilang Arah=

    "Siswi atas nama Ridhika Maya tidak memalsukan identitasnya. Pihak Akademi Natydharma sendiri yang mengundangnya untuk menjadi siswi Kelas Protagonis atas keputusan Adhyaksa. Hal ini tentu saja dengan catatan bahwa Adhyaksa sudah mengetahui keseluruhan informasi terkait Ridhika Maya sebagai keturunan antagonis Calon Arang."Suara Ibu Berlian yang sedang mengumumkan informasi terkait identitas Ridhika bergema ke seantero akademi. Semua siswa dan siswi yang telah menonton video identitas Ridhika dikumpulkan untuk berbaris di depan. Dari desas-desus para pengawas yang sibuk memastikan bahwa kabar tersebut tidak bocor ke luar, tampaknya para siswa dan siswi itu akan diberi peringatan."Ridhika, tidak apa," ujar Amayra dengan suara bergetar. "Ibu Berlian bilang, penyebar video itu akan dicari. Para siswa dan siswi yang merundungmu juga akan dihukum. Semua akan kembali baik-baik saja."Air mata Amayra beberapa kali jatuh tanpa bisa ditahan. Namun, orang yang ditangisi justru hanya berbarin

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 8 =Masa Orientasi=

    "Ridhi! Kamu dapat tambahan 100 poin!"Ridhika merasakan tangan Widuri mengguncang-guncang tubuhnya dengan girang. Gadis itu tampaknya sangat gembira melihat wajah Ridhika yang terpampang di layar besar. Sementara si pemilik wajah itu sendiri malah mematung di tempat.Karena seruan Widuri yang cuku

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 7 =Ranking Kecantikan=

    Sejak pagi buta, Griya Nayika sudah riuh oleh berbagai macam suara. Mulai dari perbincangan para siswi yang berlalu-lalang, troli pengantaran sarapan, hingga pengumuman berita harian Akademi. Kombinasi semua yang membuat Ridhika sulit untuk tidak segera ikut memulai hari.Keadaan di luar jendela ma

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 6 = Ratu Griya Nayika? =

    "Widuri, keluarkan orang aneh ini sekarang juga dari sini!" Seru si gadis dengan suara nyaring, meskipun perkataannya ditujukan pada Widuri, matanya tidak lepas menatap Ridhika dengan tajam. "Apa yang pernah kubilang soal membawa masuk siswi rendahan ke Griya Nayika? Otakmu sudah tidak bekerja atau

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 5 = Sekilas Para Protagonis Wanita =

    Sehabis mendengar perkataan Mel tentang perintah Adhyaksa agar tidak boleh ada yang mengetahui tentang identitas awalnya, Ridhika tidak bisa berhenti memikirkan kembali kebutuhannya untuk tetap merasa bebas. Mel yang berjalan di depannya juga tidak bicara apa-apa lagi. Pada titik tertentu, Ridhika

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status