“Yaa… kapan-kapan, Na. Memangnya kamu masih belum puas juga?“ tanya Teja. Nana buru-buru menggeleng. “Bu-bukan itu maksudku, Jo. Aku sudah puas kok. Cu-cuma mau bantuin kamu,” wajahnya kembali merah karena malu. Teja pun bangkit. “Pakai baju lagi yuk, Na. Besok kan hari kuliah. Jadi, mending kamu istirahat dan lupain dulu sejenak masalah ini, oke?“ Tanpa menunggu persetujuan, Teja bergerak meraih daster Nana lalu membantu memakaikannya. — Keesokan harinya saat berada di kampus, niat hati Teja ingin sejenak menenangkan pikirannya yang masih berkecamuk terkait orgasme itu. Ia ingin fokus menyimak perkuliahan yang akan diberikan dosen hari ini agar tidak terus menerus larut dalam pikiran rumitnya. Namun, hinaan dari teman-teman Teja kembali mengusik, merusak moodnya yang sudah kacau balau sejak semalam. "Eh, kabarnya sekarang Tejo loh yang gantiin bokapmu buat mijat. Wah wah, gigolo berondong nih," usil Nando tatkala Teja memasuki ruang perkuliahan. Teja merasa terpancing, tapi i
Last Updated : 2026-06-08 Read more