Dua hari telah berlalu sejak pertempuran besar yang menegangkan itu terjadi. Setelah semua orang yang terluka selesai dirawat dan kondisi berangsur-angsur pulih, kelegaan akhirnya menyelimuti suasana. Pagi itu, mereka berkumpul di ruang pertemuan Perguruan Bela Diri Merpati Langit yang tampak luas dengan ornamen kayu tradisional di dindingnya.Leo menatap pemuda di depannya dengan tatapan penuh rasa hormat. "Master Teja, aku secara pribadi merasa sangat berterima kasih padamu. Tanpa ada kamu, serangan Denny dua hari yang lalu pasti sudah menghancurkan Perguruan Bela Diri Merpati Langit milikku ini," ucap Leo penuh ketulusan.Selain keduanya, di dalam ruangan itu ada Toni, Herman, Marlan, Lukito, Wiryo, Sanjaya, dan juga Linda.Teja yang duduk dengan posisi tegak hanya tersenyum tipis. Energi Qi yang mengalir di dalam tubuhnya membuat aura ketampanan dan kharisma pemuda itu terpancar kuat, bahkan tanpa ia sadari. Pakaian sederhananya tidak mampu menyembunyikan bentuk tubuhnya yang
Baca selengkapnya