Sari tersenyum lembut menatap kekhawatiran di wajah pemuda itu. "Kamu tenang saja, Ja. Aku kan yang jauh lebih tahu gimana kondisi lingkungan rumahku sendiri. Jadi, kamu nggak usah takut, dijamin aman jaya kok!"Teja menghela napas panjang tanda merasa lega, meskipun sebenarnya masih terselip sedikit tatapan ragu di balik sorot mata tajamnya yang terus mengawasi sekitar."Udah deh, percaya aja sama kata-kataku, Sayang," imbuh Sari dengan nada suara yang sengaja dilembutkan sembari membelai pipi Teja.DEG!Kata 'sayang' yang baru saja meluncur dari bibir Sari memang selalu memberikan konotasi romansa tersendiri yang sangat mendalam bagi perasaan Teja.Satu kata penuh makna itu dulu juga sempat sukses membuatnya tertegun diam saat pertama kali muncul dari bibir indah milik Nana dan juga Linda.Namun, berbeda cerita saat Septa yang mengucapkannya tadi di ruang tamu, karena Teja merasa dirinya sudah mulai terbiasa mendengarnya dari bibir sensual sang janda dewasa itu.Satu kata 'sayang' y
続きを読む