Teja tak langsung menjawab. Ia sengaja menggantung pembicaraan untuk menciptakan sedikit ketegangan di antara mereka.Ia justru menatap wajah cantik Nana yang kali ini terlihat sangat seksi karena tanpa busana. Tatapan matanya menyusuri garis wajah, turun ke leher, hingga berhenti pada lekuk dua bukit payudara wanita itu yang begitu menggoda. "Katanya ukuran nggak ngaruh tadi? Kenapa masih ngarepin ukuranku balik gede?" tanya Teja sengaja memojokkan."Eh, ya nggak gitu juga. Ini naluri aja kok, Jo. Ukuran berapapun aku oke-oke aja. Kecil siap, gede jelas makin mauuu, hehe," sahut Nana diiringi tawa renyah yang manja.Usai mengatakan itu, Nana langsung membuka mulutnya lebih lebar sembari menunduk di bibir ranjang. Ia memposisikan dirinya dengan nyaman sebelum memulai aksinya. Keberaniannya kian meningkat karena mendapati kesediaan Teja untuk melakukan hal itu.Perlahan lidahnya terjulur dan menyapu kepala milik Teja hingga seluruhnya mengkilap serta licin. Lidah mungil dan panjan
Read more