"Bukan cuma kayak gitu, Ja. Tapi itu baru sebagian kecil yang kamu ketahui!" bantah Toni dengan cepat, meluruskan pemahaman dangkal anaknya yang tampaknya menganggap remeh urusan sihir yang ia maksudkan.Teja menaikkan sebelah alisnya, merasa rasa ingin tahunya sengaja dipancing lagi oleh sang ayah. "Maksudnya, Yah?" tanya Teja, menuntut penjelasan yang lebih gamblang.Toni menggelengkan kepala, lalu melambaikan tangan di udara. "Nanti saja. Sekarang belum waktunya," ujar Toni, memotong pembicaraan sebelum rasa penasaran Teja berkembang menjadi terlalu liar.Teja mengatupkan bibirnya kembali, sedikit kecewa karena rasa penasarannya harus tertahan. Namun, sebelum anaknya sempat memprotes, Toni kembali membuka suara untuk memberikan fokus utama pada latihan mereka malam itu. "Buat malam ini, Ayah cuma ingin kamu paham dulu sama kekuatanmu di ranah astral. Energi Qi-mu bisa berfungsi untuk mengusir, memaksa, ataupun membatasi ruang gerak mereka," lanjutnya, merincikan.Mendengar isti
อ่านเพิ่มเติม