"Jangan panggil aku 'tuan'," tolak Teja."Kedengarannya aneh banget soalnya," imbuhnya menegaskan alasannya."Kalau gitu aku panggil daddy aja, ya?!" pinta Susan manja dengan mata berkabut penuh harap.Teja mengusap wajahnya kasar. "Oke, oke... panggil aja gitu, tapi kalau pas berdua. Jangan manggil gitu kalau ada ayah atau kakakmu!" ancam Teja memberi syarat tegas.Wajah Susan langsung terlihat senang. "Siap, Daddy-ku sayang," sahutnya girang."Tapi kalau mendadak gini aku nggak punya alat masokis kayak cambuk itu, San," ujar Teja terus terang."Pakai aja apa yang ada, Dad. Yang penting aku butuh kasarnya, diperbudaknya. Tolong aku, Dad," pinta Susan memohon dan memelas.Tanpa banyak kata lagi, Teja segera menarik tubuh Susan dan menelungkupkannya dalam pangkuan. Ia mengatur posisi tubuh gadis itu agar menempel dengan erat di atas pahanya.Posisi itu membuat bokong montok Susan semakin bulat dan menyembul tinggi di depan perut Teja. Kulit mulus tubuh bagian belakang gadis itu terpa
Baca selengkapnya