"Ayo buruan bayar!" tagih Teja tanpa rasa malu. Pria berambut panjang itu menyodorkan pipi kanan dan kirinya secara bergantian sembari memamerkan senyum jahil di hadapan kedua gadis tersebut."Nanti aja selesai acara!" tolak Linda. Matanya membelalak, mencoba bersikap galak meski rona merah di pipinya semakin tidak bisa disembunyikan."Malu, Ja, ada Bintang sama Pedro. Nanti saja lah," timpal Panda. Gadis oriental itu merapatkan seragamnya sembari menunduk dalam-dalam, menghindari tatapan godaan dari Teja.Teja menunjuk ke arah puncak gunung Hutan Camar Hitam yang masih terlihat jauh. Puncak yang tertutup kabut tipis itu tampak begitu menjulang tinggi di seberang lebatnya vegetasi hutan."Puncak gunungnya masih jauh lho. Siapa yang bisa jamin nanti nggak ada gangguan semacam buaya ini lagi?" racau Teja memasang raut wajah penuh ancaman terselubung."Kan ada kamu yang bisa jinakin," rajuk Linda manja. Ia memegang lengan Teja sembari menggoyangkannya pelan, berharap pria itu meleleh da
Read more