"Panda, kamu kenapa?!" tanya Teja kaget mendapati Panda yang berubah sangat agresif. Pria berambut panjang serta berwajah tampan itu menahan kedua bahu Panda yang mendadak menindih tubuhnya dengan begitu erat."Tolong aku, Ja. Aku panas banget ini," pinta Panda. Suaranya terdengar parau dan serak, sementara manik matanya meredup sayu diliputi hawa gairah yang menyelimuti tubuhnya."Tunggu, Nda. Bukankah itu tadi racun pelemah tulang? Bukan racun perangsang, kan? Mana bisa bikin hasratmu jadi naik begini?!" bantah Teja. Teja menggeleng heran menatap perubahan sikap gadis oriental di atasnya yang begitu bernafsu tersebut."Badanku tadi menggigil kena dinginnya racun itu, Ja. Begitu sembuh, ternyata hawa hangat yang mendadak masuk langsung merangsang semua sarafku," Panda menjelaskan apa yang ia rasakan pada tubuhnya. Napas Panda memburu halus, menyapu kulit leher Teja dengan sensasi panas yang membakar saraf kelaki-lakinya."Tapi, gimana kalau Linda atau dua anak buahku tadi balik?"
Baca selengkapnya