"Yakin lebih gede punyaku?" Teja terbahak lagi. Pria berambut panjang itu menatap Sari dengan wajah jenaka melihat kekaguman janda muda tersebut."Asli, Ja. Punya dia emang gede, item, tapi lembek. Nggak keras kayak ini. Terus ukurannya juga kalah telak," jujur Sari tanpa ragu sedikitpun. Matanya masih berbinar-binar mengagumi keperkasaan di hadapannya.Dalam pikiran Teja, meski ia tak ingin terkesan menjadi pria gampangan, tetap saja ia butuh tambahan kuota wanita untuk memenuhi targetnya menuju peningkatan energi Qi-nya. Target enam wanita harus segera dituntaskan agar ranah kemampuan energi Qi-nya bisa melesat naik ke tingkat tiga."Sini, Ja," Sari menarik Teja agar rebah di ranjang. Tangannya menggenggam erat jemari Teja, membimbing pria itu untuk tidur terlentang di atas sprei putih yang sejuk.Ia kini gantian bangkit berlutut di samping Teja. Posisinya yang berlutut tanpa sehelai benang pun memamerkan lekuk tubuh instruktur senam yang begitu kencang dan sensual.Perlahan tangan
Read more