“Apa maksudmu?” Naradhiya menatap Ryan penasaran. Ada sisi hatinya yang ingin mengambil amplop itu. Namun, sisi hatinya yang lain melarang demi menjaga hati Zalina meski mungkin istrinya tidak akan pernah tahu. “Ambil kalau kamu ingin tahu, Nara.” Ryan kembali menyodorkan amplop itu pada Naradhiya. Ada jeda sebentar. Zalina masih menatap suaminya, berharap Naradhiya tetap pada keputusannya, menolak menerima amplop itu dan pergi dari sana. Tapi, lagi dan lagi itu hanya sebuah keinginan karena pada akhirnya, Naradhiya tetap mengambil amplop itu. Zalina mendesah berat, kecewa. “Tega banget kamu, Mas.” “Surat ini nggak akan mengubah apapun,” kata Naradhiya kemudian. “Ya, semoga saja,” balas Ryan. Zalina menatap Naradhiya nanar, rasanya percuma berharap pada lelaki yang lima tahun menjadi suaminya tapi tidak pernah terbuka padanya. Padahal, dengan melihat kegigihan Naradhiya, Zalina sempat mengira lelaki itu diam-diam mencintainya. Tapi, Zalina salah. Naradhiya tidak pernah mencin
Last Updated : 2026-08-22 Read more