“Pasien di ruang tiga belas ... jantungnya sempat berhenti dua kali malam tadi.” Suara bisik-bisik dua perawat menjadi hal pertama yang didengar Zalina ketika kesadarannya perlahan kembali. Ia membuka mata dan mendapati dirinya berada di sebuah ruangan serba putih yang terasa begitu asing. Zalina menoleh ke kanan dan kiri, berusaha mencari sumber suara. Namun, begitu pandangannya jatuh pada ranjang di tengah ruangan, tubuhnya seketika membeku. Di atas ranjang itu, terbaring seorang wanita dengan wajah pucat, bibir kering dan pecah-pecah, selang oksigen terpasang di hidung, serta rambut panjang yang berantakan di atas bantal. Itu wajahnya sendiri. Zalina berdiri mematung di sudut ruang ICU. Entah bagaimana, dia bisa melihat tubuhnya sendiri dari luar sana. “Sudah hubungi keluarganya?” tanya dokter itu kepada perawat yang ada di sebelahnya. Perawat itu menggelengkan kepalanya. “Sudah, kata suaminya nanti akan datang setelah pekerjaannya selesai.” Dokter itu hanya menghela napas
최신 업데이트 : 2026-06-11 더 보기