Malam makin larut di Oakhaven. Di dalam kamar kayu kecil beratap jerami, cahaya lilin kecil memantulkan warna keemasan yang hangat pada dinding-dinding papan kayu. Rosalynd duduk di tepi ranjangnya, menatap beberapa stel pakaian dan kain buatan tangan warga dan apel segar yang tertata rapi di atas meja kayu. Di sebelahnya, mahkota bunga liar buatan Risa dan anak-anak desa meruakkan aroma wangi alami yang menenangkan ruang kecil itu. Lily melangkah mendekat sambil membawa mangkuk berisi minyak herbal hangat. Dengan pelan, ia mengoleskan minyak itu ke lengan dan bahu Rosalynd yang cukup dingin akibat terlalu lama bermain air di sungai tadi sore. "Dulu, waktu di istana Shanza atau istana Utama Blackwood, kita punya segalanya. Lemari penuh dengan gaun sutra, makanan yang mewah dan berlimpah. Namun, rasanya dingin dan mencekam," bisik Lily pelan dengan wajah haru. "Tapi disini, kita cuma punya baju bekas buatan warga dan apel dari kebun, tapi rasanya hangat banget." Rosalynd tersenyum
Read more