"Tergantung—"Rosalynd sengaja menggantung kan kalimat nya dan menatap manik mata Kenneth yang menyala penuh penasaran.Kenneth semakin memeluk Rosalynd dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher selirnya. "Tergantung apa, hemthhh? Katakan yang sejujurnya padaku, Rosalynd!"Rosalynd tersenyum simpul, mengikis seluruh aura dingin yang sejak tadi menyelimuti wajahnya. Jemarinya mengelus rahang tegas Kenneth yang tertutup oleh sisa-sisa kelelahan akibat peperangan."—Tergantung bagaimana sikap Anda kepada saya mulai malam ini, Tuan," balas Rosalynd sangat pelan. Suaranya yang lembut terasa menyapu perasaan Kenneth yang bergelora.Mendengar jawaban yang tanpa ragu itu, raut wajah Kenneth yang biasanya keras bak batu seketika melunak. Tatapan tajamnya berubah menjadi hangat. Sebuah tawa kecil yang sangat jarang terdengar dari bibir sang Tiran perlahan lolos. "Pintar sekali bermain dengan perasaan ku, Rosalynd," gumam Kenneth perlahan.Kenneth tak menekan atau menuntut jawaban kembali. Namu
Baca selengkapnya