Share

Bagian 228

Penulis: Kirana Larasati
last update Tanggal publikasi: 2026-09-01 08:05:09

"T—Tidak, Tuan. Bukan sakit!" terang Rosalynd cepat sambil berusaha menahan tawa kecilnya ketika melihat raut kepanikan yang luar biasa di wajah suaminya.

Rosalynd meraih tangan Kenneth yang gemetar panik. Kemudian, dia menempelkan telapak tangan kekarnya yang biasa memegang pedang, tepat ke perut nya yang baru saja mengalami gelombang cinta.

"Coba Anda rasakan sendiri ini," bisik Rosalynd lembut.

Kenneth menahan napasnya. Seluruh pergerakan tubuh pria tegap itu. Binar matanya yang biasanya mem
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 231

    Suara tangisan bayi yang sangat melengking berhasil memecah keheningan di ruang persalinan. Suara kehidupan pertama yang sangat dinantikan oleh sang penguasa Blackwood."Selamat, Yang Mulia! Telah lahir bayi laki-laki dengan sangat sehat dan sempurna!" pekik dokter senior yang menangani persalinan Rosalynd. Setelah dipastikan sudah dipotong tali pusar nya, dokter memberikan bayi itu pada perawat untuk dibersihkan.Melihat itu, Kenneth sempat membeku di tempat berlutut nya. Sang Kaisar Agung yang terkenal dengan julukan monster berdarah, seketika tak punya tulang. Suaranya tercekat dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Kekaisaran Blackwood, setitik air mata kebahagiaan lolos membasahi jemari Rosalynd yang Kenneth genggam."Pu—putra kita. Putra kita sudah lahir, Sayang—" bisik Kenneth dengan suara yang bergetar parau. Di penuhi dengan binar haru. Rosalynd yang masih lemah pun hanya bisa tersenyum. Napasnya masih tersengal-sengal. Akan tetapi, sebelum Kenneth mengecup dahi istrinya u

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 230

    Waktu bergulir cepat menyapu sisa-sisa bulan ketujuh hingga resmi melangkah ke penghujung bulan kesembilan. Dinding-dinding Paviliun Mawar seolah ikut menahan napas. Menyongsong detik-detik kelahiran sang penerus tahta utama Kekaisaran Blackwood. Perut Rosalynd telah membuncit sempurna dan posisinya kian menurun, menandakan si kecil di rahimnya sudah siap untuk melihat dunia. Beban tubuh yang semakin berat membuat napas sang Permaisuri sering tersengal pelan, sementara pergerakan nya semakin membutuhkan bantuan penuh dari sang suami. Kenneth menolak meninggalkan kamar utama bahkan untuk sekedar menghadiri rapat kabinet singkat di istana depan. Seluruh dokumen penting dan urusan pemerintahan ia pindahkan ke sebuah meja kayu kecil yang sengaja ditaruh di tempat tidur mereka, supaya pandangannya tak pernah lepas dari sosok wanitanya sedetik pun. Para dokter istana terbaik, perawat senior bahkan bidan terlatih sudah disiagakan selama 24 jam penuh di bangunan sayap Paviliun. Seluruh per

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 229

    Tak terasa, tiga bulan berlalu membawa kehangatan yang makin meluap di dalam dinding Istana Utama Blackwood. Usia kandungan Rosalynd kini telah resmi memasuki pertengahan bulan ketujuh. Perutnya yang dulu hanya menonjol samar, kini telah membuncit sempurna. Perubahan fisik ini tentu membuat pergerakan Rosalynd semakin terbatas. Langkah kakinya tak lagi segesit dulu dan rasa pegal di pinggang bawah kerap kali menyapanya setiap kali ia berdiri terlalu lama. "Sudah kubilang, jangan pernah mencoba mengambil barang yang jatuh sendiri, Rosalynd." Tegur sebuah suara berat yang penuh dengan rasa cemas namun begitu hangat. Kenneth yang baru saja melangkah masuk ke dalam kamar utama paviliun seketika bergerak cepat. Sebelum jemari Rosalynd sempat menyentuh selendang sutra yang terjatuh di lantai, Kenneth lebih dulu berlutut di hadapan istrinya. Pria itu mengambilkan selendang sutra dan mendongak menatap Rosalynd dengan alis yang terangkat. Rosalynd hanya tersenyum tipis, jemarinya mengusap

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 228

    "T—Tidak, Tuan. Bukan sakit!" terang Rosalynd cepat sambil berusaha menahan tawa kecilnya ketika melihat raut kepanikan yang luar biasa di wajah suaminya.Rosalynd meraih tangan Kenneth yang gemetar panik. Kemudian, dia menempelkan telapak tangan kekarnya yang biasa memegang pedang, tepat ke perut nya yang baru saja mengalami gelombang cinta."Coba Anda rasakan sendiri ini," bisik Rosalynd lembut.Kenneth menahan napasnya. Seluruh pergerakan tubuh pria tegap itu. Binar matanya yang biasanya memancarkan aura dominasi, kini dipenuhi dengan rasa bingung dan cemas.Sebuah dorongan kecil yang sangat halus terasa sangat nyata menyapa telapak tangan Kenneth. Sentuhan mungil dari si kecil melalui rahim seolah sedang memberikan salam dan sapaan hangat untuk sang ayah.Manik mata Kenneth membelalak lebar. Sang Tiran Kekaisaran yang dijuluki monster tanpa belas kasih kini mendadak membisu. Suaranya tercekat dan lidahnya kaku karena mengetahui getaran kehidupan buah hatinya sendiri."D—dia. Dia b

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 227

    Dua bulan berlalu tanpa tanpa terasa membawa perubahan manis yang semakin nyata di lingkungan Paviliun Mawar. Usia kandungan Rosalynd memasuki bulan ke empat. Beberapa gaun sutra istana yang awalnya pas di tubuh rampingnya, kini mulai diganti dengan gaun berpotongan yang sedikit longgar. Pagi itu, udara istana terasa sejuk dan menenangkan. Rosalynd berdiri di depan cermin di kamar utamanya. Ia mengusap pelan perutnya yang mulai menonjol di balik gaun warna krem. Senyum manis tak pernah hengkang dari bibirnya setiap kali si kecil menyapanya dengan tendangan cinta. Kenneth yang baru saja selesai berpakaian langsung melingkar kan kedua lengan kekarnya di pinggang Rosalynd, menarik tubuh wanitanya rapat ke dada bidangnya. Telapak tangannya menempel tepat di atas perut istrinya yang mulai membuncit. "Sepertinya jagoan ku sudah menunjukkan eksistensinya, Istriku," bisik Kenneth rendah tepat di perpotongan leher Rosalynd. Rosalynd segera menyandarkan kepalanya di dada Kenneth yang bidan

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 226

    Berita kehamilan sang Permaisuri Agung telah menyebar hingga ke seluruh negeri. Namun, di dalam dinding Istana Utama Blackwood, dampak paling nyata dirasakan justru terlihat dari perubahan sikap sang Kaisar sendiri.Kenneth Valerius Blackwood telah berubah dari sosok Tiran dingin yang ditakuti menjadi seorang suami yang sangat protektif sampai di luar batas."Saya hanya ingin jalan-jalan sebentar di taman Mawar, bukan hendak pergi ke pertempuran garda terdepan, Tuan." kata Rosalynd sambil menatap heran ke arah suaminya.Karena sejatinya, pagi itu koridor menuju taman istana telah dipenuhi oleh belasan pengawal pribadi. Tak ketinggalan juga, Kenneth memerintahkan pada pelayan untuk melapisi setiap sudut tangga istana dengan karpet berbulu tebal. Hal itu dilakukannya untuk memastikan permaisurinya tidak akan terpeleset.Kenneth melangkah cepat menghampiri Rosalynd. Tanpa ragu lagi, ia menggenggam tangan istrinya dengan hati-hati."Lantai taman sedikit licin karena embun pagi, Sayangku.

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 03

    Jarak wajah mereka yang telah menjauh, Kenneth tetap mengunci kedua pergelangan tangan Rosalynd di atas kepala dengan satu tangan besarnya yang kokoh."Ck! Kau pikir aku Sudi menyentuh wanita dari klan Shanza, Rosalynd?" desis Kenneth dengan suara yang mulai merendah.Napas Rosalynd terengah-engah

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 02

    Cengkeraman tangan Kaisar Kenneth di dagu Rosalynd terasa begitu kuat sehingga membuat tulang rahangnya linu. Rosalynd mendongak pasrah. Wajah Kenneth terlihat sangat tampan namun tanpa menyisakan rasa belas kasih. Hawa panas yang menguar dari tubuh pria itu seolah mampu mengubah suasana di dala

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 01

    "Kaisar malam ini akan datang. Bersiaplah dan jangan berani-berani membuat kesalahan jika kau masih ingin hidup dengan tenang.” Kalimat itu masih terngiang di kepalanya.Seluruh dunianya seolah hancur saat kakaknya sendiri, Permaisuri Cassandra, menyuruhnya untuk tidur dengan suaminya sendiri…Itu

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 07

    Siang itu, matahari bersinar cukup terik. Akan tetapi, suasana di pelataran paviliun Mawar terasa sangat dingin.Rosalynd melangkah melewati gerbang melengkung yang dipenuhi hiasan mawar merah darah yang cantik dan anggun. Di belakangnya, Lily mengikuti Rosalynd dengan berjalan menunduk sambil mem

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status