Setelah melalui hari yang lelah karena memimpin rapat dan menyusun strategi perang. Kenneth kembali ke Paviliun Mawar. Ia melihat kedua anaknya sedang bermain bersama istrinya. "Ayah pulang—" kata nya sambil menggendong Rosalie. Ia mengecup pipi Rosalie gemas. Rosalie pun tak kalah gemas dengan tingkah laku ayahnya yang menciumnya tanpa henti. "Nah, sudah ya sayang. Jangan minta gendong ayah dulu. Biarkan ayah istirahat, nanti sore kita main lagi di taman. Hemthhhh," tawar Rosalynd pada kedua putranya. "Tidak. Aku tidak lelah. Kenapa kau seolah-olah malah membuatku lemah dihadapan dua anakku? Apa maksudnya itu?" Kali ini, Kenneth yang merajuk. Ia yang masih menggendong Rosalie berjalan ke balkon. "Eh eh. Mau kemana bayi besarku. Sini, berikan putriku padaku!" bentak Rosalynd. Seolah ingin menggoda istrinya, Kenneth tak bergeming. Ia mematung dan seolah mengerti, Rosalie juga ikut merajuk seperti ayahnya. "Ah, cukup dong. Kalau di diamkan, nanti ibu kalau ada urusan,
Read more