Kebahagian dan tawa renyah yang memenuhi Paviliun Mawar sepanjang pagi perlahan berubah menjadi keheningan yang tak biasa ketika sore menjelang. Di ruang tengah Paviliun, si kembar yang biasanya aktif merangkak dan mengejar bola kain, kini tampak lunglai. Rosalie berbaring menyandar di pangkuan Rosalynd, netranya yang biasanya berbinar, terlihat sayu dan kemerahan. Sementara, Valerius berbaring telungkup di atas karpet empuk, menolak disentuh dan terus menerus merengek halus. "Sayang, Rosalie. Makan sup nya ya. Sedikit lagi. Hemthhh?" bujuk Rosalynd lembut sambil menyodorkan sendok kecil. Namun, Rosalie menggeleng lemah dan makin menyembunyikan wajahnya di perut ibunya. Kenneth yang baru saja menyelesaikan koordinasi singkat dengan Caelan masuk ke ruangan. Alis tebal nya seketika bertaut melihat suasana yang tadinya riuh, mendadak redup. Ia berlutut di samping Valerius dan mengusap punggung kecil putranya. "Ada apa dengan Jagoan ayah. Kenapa mendadak lemas begini." selidik Kennet
Read more