Setelah mencium Rosalynd lama, Kenneth beranjak dari duduknya dan perlahan menjauh dari Paviliun Mawar, diikuti oleh Kaelion di belakangnya. Gadis itu menyentuh bibirnya dengan ujung jarinya seolah dapat merasakan kehangatan dari kecupan singkat yang sempat diberikan Kenneth padanya. Tak berselang lama setelah Kenneth meninggalkan kamar, pintu Paviliun diketuk pelan. Ternyata, itu adalah Lily. Pelayan setianya itu tersenyum lebar menggoda, seolah-olah ia tau apa yang baru saja terjadi di ruang itu. "Nona Rosalynd. Saya sangat merindukan Anda. Bagaimana kabar Anda? Semoga kebahagiaan selalu bersama Anda." Goda Lily sembari membungkuk hormat. Namun, netranya jelas menggoda Rosalynd. Rosalynd menghembuskan nafas lega. Kemudian ia menepuk ruang kosong di sofa sebelah nya. "Kemari, Lily. Duduk di sebelahku. Jangan terlalu kaku, disini sedang tidak ada orang." Perintahnya. Lily mendekat. Akan tetapi, ia memilih duduk di atas karpet bulu di dekat kaki Rosalynd sopan. "Disini saja,
اقرأ المزيد