Share

Bagian 53

last update publish date: 2026-06-21 18:06:23

Keheningan di ruang jamuan seketika pecah oleh amarah. Jasad prajurit yang sudah tergeletak menjadi bukti nyata bahwa pertahanan berlapis kekaisaran Blackwood baru saja ditembus dengan mudah.

Kenneth seketika berdiri, wajah tampannya mendadak pucat sebelum akhirnya berubah menjadi memerah akibat murka yang tidak bisa ditahan. Netranya melotot tajam menatap apa yang ada di hadapannya dan napasnya tersengal-sengal.

"Apa? Diculik?! Bagaimana bisa diculik di tengah kepungan pasukanku?!" teriak K
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 67

    Layar monitor detak jantung di samping ranjang Cassandra berdetak teratur. Menampilkan grafik detak jantungnya yang stabil, meskipun tubuhnya masih lemas karena masih menjalani perawatan intensif pasca penculikan yang dilakukan Countess Beatrice tempo hari. Lewat jaringan siber miliknya, ia sedang memantau langsung suasana di ruang rapat pleno. "Jasad Gavin Shanza dilaporkan menghilang dari ruang pendingin!" Suara lantang Kaelion yang menggema dari pengeras suara beralih membuat Cassandra tersenyum puas. Ia menyamankan duduknya pada bantal rumah sakit dan sedang membayangkan kekacauan yang terjadi di istana utama. "Menghilang katamu?!" Suara keras Kenneth yang beringas terdengar dan disertai dengan bunyi gesekan pedang yang beralih dari leher Duke Raymond. Cassandra terkekeh pelan. Suaranya masih serak di tenggorokannya yang masih sakit. Tiba-tiba, pintu ruang rawat VVIP itu diketuk pelan. Seorang kepala pelayan setia Cassandra melangkah masuk dan membungkuk hormat p

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 66

    Suara sepatu hak tinggi milik Rosalynd bergema dan membuat satu-satunya sumber suara yang memecah keheningan ruangan rapat. Suasana benar-benar mencekam. Meja bundar marmer hitam besar yang sudah diisi oleh petinggi dewan bangsawan dan jenderal militer kekaisaran. Di ujung meja, Kenneth duduk di kursi kebanggaan nya dengan seragam militer lengkap. Dagunya ditumpu pada satu tangan dan netranya menatap lurus dingin ke depan. Tepat di seberang Kenneth, Duke Raymond Ashwood duduk santai. Pria muda yang menjabat sebagai penguasa tertinggi di wilayah Utara mengenakan setelan jas formal biru tua dan menyunggingkan senyum licik ketika melihat kedatangan Rosalynd. "Silakan duduk, Selir Agung Rosalynd." pinta Kaelion. Suaranya memecah keheningan. Ia menunjuk kursi kosong tepat di sebelah kanan Kenneth. Rosalynd melangkah anggun ke tempat dimana ia dipersilahkan untuk duduk. Kenneth melirik Rosalynd dan mendekatkan wajahnya ke wajah Rosalynd. Rosalynd tersenyum. 'Apa yang ada di p

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 65

    "Eungh..." Rosalynd masih berusaha mengumpulkan nyawa nya dan ia menyadari tubuhnya kini sedang didekap erat oleh Kenneth dari belakang. Ceruk lehernya terasa meremang karena napas Kenneth. Ia kembali teringat dengan kancing manset milik Raymond yang diletakkan di meja riasnya. Rosalynd berusaha melepaskan pelukan Kenneth. Setelah berhasil, ia segera ke meja riasnya. Dan apa yang dikhawatirkan nya terjadi. Benda itu telah menghilang. "Mencari sesuatu, Sayang?" Suara berat Kenneth memecah kesunyian. Rosalynd terkejut dan berbalik ke arah ranjang mendapati suaminya sudah duduk bersandar di kepala ranjang dengan tenang. Hal itu sangat berbeda dengan kebiasaan bangun tidurnya. "Tu—Tuan. Anda membuat saya terkejut," jawab Rosalynd sambil tersenyum. "Saya tidak mencari apa-apa. Hanya ingin membersihkan wajah saja." Elaknya lagi. Perlahan, Kenneth turun dari ranjang dan berjalan mendekati Rosalynd dengan bertelanjang kaki. Langkah pelan itu membuat udara terasa penuh sesak

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 64

    Layar monitor diatas meja kerja Kenneth memancarkan cahaya kebiruan dan menerangi garis rahangnya yang tegas di balik temaramnya lampu ruang kerjanya. Ia duduk bersandar di kursi kulitnya dan memutar-mutar pulpen perak sembari menatap dingin dan menampilkan kota Blackwood pada malam hari.Sebagai seorang kaisar, Kenneth tidak langsung percaya dengan perkataan Rosalynd yang terdengar manja tanpa adanya bukti fisik. Aroma tubuh selirnya malam ini benar-benar berbeda.Tak berselang lama kemudian, pintu geser ruang kerjanya bergeser setelah mengenali identitas Kaelion. Kaelion masuk dengan cepat, membawa tablet di tangannya dan membungkuk hormat sekejap."Izin, Yang Mulia. Pemeriksaan seluruh CCTV di area Paviliun Mawar telah selesai," kata Kaelion tegas.Kenneth menegakkan tubuhnya. Tatapannya tajam."Buka CCTV sekitar pukul sepuluh pagi, Kaelion. Tunjukkan secara jelas dan jangan lewatkan satu sudut pun." perintahnya.Kaelion menggeser layar tabletnya dan memindahkan visual rekaman vid

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 63

    Hari itu menjadi hari paling melelahkan untuk Rosalynd dan juga Kenneth. Suasana malam itu terasa sunyi. Yang terdengar hanya gemericik air hujan di luar. Rosalynd terdiam. Ia menggunakan sisa-sisa kemampuan berpikir nya. Jika ia mengaku bertemu Raymond, Kenneth pasti akan mengulitinya tentang masa lalu mereka. Akan tetapi, jika ia berbohong maka ia harus memastikan mimik wajahnya benar-benar netral. Selir kesayangan Kenneth itu tersenyum manis, menggelengkan kepalanya pelan dan menangkupkan wajahnya ke tangan kekar Kenneth. "Saya tidak bertemu siapa-siapa, Yang Mulia. Saya hanya ditemani Lily saja ketika saya di taman tadi." elaknya. Kenneth membiarkan tangannya menangkup pipi Rosalynd. Ia hanya tersenyum tipis yang menawan, namun binar matanya mengandung rahasia yang tidak dapat ditebak sama sekali. "Kau yakin, Sayang?" bisik Kenneth rendah. Suaranya terdengar sangat tenang. "Tadi, pelayan bilang mereka mendengar suara pria lain di sekitar lorong mawar." Rosalynd terkekeh k

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 62

    Satu kecupan lembut mengawali pagi Rosalynd. Sedangkan Kenneth sudah memakai seragam militer lengkap dan duduk di samping ranjang. Pandangannya lembut melihat Rosalynd dengan muka khas bangun tidurnya."Selamat pagi sayang. Sepertinya pagi ini aku belum bisa menemanimu lebih lama. Aku harus pergi ke biro investigasi pusat untuk memantau laporan biometrik dari dermaga," kata Kenneth, lalu mengecup pucuk kepala Rosalynd lembut."Tetaplah di sini, Sayang. Teruskan istirahat mu. Aku tidak akan lama. Jika membutuhkan sesuatu, panggil saja Lily atau dayang lain. Mengerti?"Rosalynd mengangguk kecil dan menyunggingkan senyum manis khas bangun tidurnya."Mengerti, Yang Mulia. Saya akan menunggu Anda di sini." Ucapnya lagi.Setelah Kenneth meninggalkan Paviliun Mawar, Rosalynd segera bangkit. Pikirannya terlalu sibuk untuk sekadar berdiam diri di kamar saja."Bosan sekali disini, jalan-jalan di taman sepertinya segar," gumamnya.Rosalynd kemudian ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Ia m

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 43

    Pernyataan dari kepala komandan pasukan khusus seketika membuat para tetua klan Shanza bersorak. Tuduhan yang mereka layangkan dapat dipertanggungjawabkan oleh sistem digital istana dan membuat posisi Rosalynd terdesak. "Bukti apa lagi yang ingin Anda sanggah, Yang Mulia?! Ternyata memang tidak ad

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 42

    Suasana mencekam mendadak kembali menyelimuti lorong rumah sakit Istana setelah dokter selesai membacakan hasil diagnosisnya. Para tetua langsung tersenyum karena adanya bukti valid dari sang dokter. Sementara itu, beberapa pengawal dari Istana Barat mulai mengepung Rosalynd. "Anda sudah mende

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 41

    Helaan napas yang sedikit tersengal memecah keheningan di balik kelambu tempat keduanya saling melepas penat. Rosalynd masih membiarkan tubuhnya bersandar pada dada bidang Kenneth yang napas nya masih tak teratur. "Selir satu ini memang betul-betul mengetahui cara untuk menguras habis tenaga seor

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 40

    Rosalynd menjadi yang pertama membuka mata dan mendapati tubuhnya masih berada dalam kurungan lengan kekar Kenneth yang masih melingkar posesif di pinggang rampingnya semalam suntuk. Rosalynd tidak bergerak agar tidak mengejutkan sang Tiran yang tertidur pulas di sampingnya. Ia memanfaatkan momen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status