'Masa iya kalau kebetulan kok mirip banget.'Pria paruh baya itu adalah Harjo Santoso, seorang pengusaha dan pebisnis yang sudah menetap di kota itu, sedang makan malam bersama dengan istri dan anaknya, Ambar dan Revan.Bagaimana mungkin ada seseorang yang begitu identik dengan masa mudanya? Dunia memang luas, dan kemiripan wajah tanpa hubungan darah terkadang bisa saja terjadi. Tapi entah kenapa ada insting dan getaran aneh di dadanya, menolak percaya begitu saja bahwa ini sekadar kebetulan semata.Pikiran mereka berdua melayang ke mana-mana, menerka-nerka kemungkinan ada apa, namun nyata jelas di depan mata mereka.Tak lama kemudian, Revan berdiri dari kursinya. "Ma, Pa... Revan ke toilet sebentar ya," pamitnya singkat sambil meletakkan serbet di atas meja.Harjo dan Ambar kompak mengangguk berdua. "Iya."Begitu Revan melangkah pergi menjauh, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Harjo untuk mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke arah Ambar."Ma," bisik Harjo, matanya kembali melirik seki
Read more