"Sebentar, saya telepon Om Dandi dulu," ujar Viona, mengambil ponsel mewahnya yang tergeletak di atas meja, lalu mencari nomor kontak mantan calon mertuanya itu.Setelah menekan tombol panggil, ia mengaktifkan mode pengeras suara agar Harjo, Ambar, Reno, dan Revan bisa ikut mendengarkan.Hanya butuh beberapa kali nada dering sebelum panggilan itu diangkat."Halo, Viona?" suara Dandi Wijaya terdengar di seberang telepon.Dandi kaget, tidak ada hujan, tidak ada angin, mantan calon menantunya itu tiba-tiba menghubunginya. "Ada apa, Viona? Tumben sekali kamu telpon Om?""Selamat siang, Om Dandi," sapa Viona dengan sopan dan tenang "Maaf kalau Viona mengganggu waktunya. Begini, Om... Viona mau menyampaikan kalau ada hal yang sangat penting dan krusial yang harus kita bicarakan bersama."Di seberang sana, Dandi mengerutkan kening. Nada bicara Viona yang begitu serius, membuatnya sangat penasaran."Hal penting apa, Viona? Soal proyek bisnis, atau soal Axel lagi?" desak Dandi tidak sabar."Bu
Read more