Reno tetap mempertahankan senyumnya. Meski di dalam dada, jantungnya berdetak jauh lebih cepat. Nada bicara dan cara bicara David kali ini juga terlihat berbeda, tidak seakrab kemarin dan sebelumnya tadi."Oh ya?" tanyanya santai sambil mengangkat sebelah alis, seolah ucapan David barusan hanyalah candaan biasa.Padahal pikirannya sudah berlari ke mana-mana. Dia tahu? Dari mana?Keluarga besar Darmawan, para komisaris, bahkan orang-orang yang sudah mengenal Axel saja tidak menyadarinya. Kenapa justru David yang hanya teman Axel dan katanya lama tidak bertemu, bisa menyadarinya?Reno memilih tetap tenang, tidak menyangkal, tapi juga tidak membenarkan. Semakin sedikit ia berbicara, semakin kecil peluangnya terpeleset."Menarik," ucap Reno sambil menyandarkan tubuh ke kursi. Senyumnya masih belum hilang. "Kenapa kamu bisa bilang begitu?"David balas tersenyum tipis. "Karena aku kenal Axel."Reno tidak menyela, membiarkan David melanjutkan."Bukan... bukan karena wajahmu," ujar David samb
Read more