Mobil taksi baru beberapa ratus meter meninggalkan club eksklusif itu, membelah dinginnya malam Paris.Di kursi belakang, tubuh Viona mulai bergerak gelisah. Dia bahkan sampai membuka mantelnya."Reno..."Suara wanita itu terdengar lirih dan berat, seolah sedang menahan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.Reno segera menoleh. "Iya, Vi. Kenapa, ada yang tidak nyaman?"Viona mengangkat wajah perlahan. Kedua pipinya memerah tidak normal, sementara napasnya terdengar sedikit memburu."Panas...."Tanpa menunggu jawaban, Viona tiba-tiba meraih bagian depan coat Reno dan menarik pria itu mendekat."Vi!"Reno refleks menahan tubuh Viona agar tidak jatuh. Tapi, bukannya melepaskan, Viona justru semakin mendekat. Kepalanya bersandar di dada Reno sambil mengusap-usapkan pipinya pelan."Aku gerah banget."Reno langsung salah tingkah. "Vi, sabar dulu. Kita sebentar lagi sampai di hotel, ya."Reno berusaha melepaskan tangan Viona dengan hati-hati. "Ayo duduk yang benar."Bukannya menurut, Viona m
Leer más