Reno tidak menemukan jawabannya. Semakin banyak dia mengetahui tentang Axel, semakin banyak pula pertanyaan baru yang bermunculan. Rasanya seperti menyusun kepingan puzzle yang justru memperlihatkan semakin banyak bagian yang hilang. Dengan pikiran itu, Reno akhirnya memejamkan mata. *** Keesokan paginya, suasana rumah Darmawan sudah kembali sibuk sejak matahari belum terlalu tinggi. Di ruang makan, Darmawan tampak beberapa kali melihat jam tangannya sambil membuka tablet berisi laporan perusahaan. Di sampingnya, Heru baru saja datang membawa beberapa berkas. "Pak, ada perubahan jadwal," ujar Heru. "Direktur operasional minta rapat pagi ini. Ada masalah di proyek Surabaya." Darmawan mengangguk pelan. "Kalau begitu kita berangkat sekarang." Rima yang baru datang membawa secangkir kopi hanya menghela napas kecil. "Masih pagi." "Namanya juga kerja," balas Darmawan singkat sambil berdiri. Dia menoleh ke Reno. "Hari ini kamu belajar sendiri ya, Ren." Tak jauh dari sana,
Read more