Bab 161 Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti taman Sayap Timur, menyembunyikan ujung-ujung dedaunan dan kelopak bunga melati yang baru saja mekar. Udara terasa sejuk dan segar, beraroma tanah basah dan kesederhanaan yang menenangkan. Aku duduk di bangku kayu di bawah pohon willow yang cabangnya menjuntai lembut hingga menyentuh permukaan kolam kecil. Di tanganku, kuas itu berhenti bergerak, mataku menatap ke arah pintu masuk taman tempat Hongwu biasanya muncul di pagi hari sebelum berangkat ke Aula Besar. Belum lama berselang, terdengar langkah kaki yang kukenal — mantap, tegas, namun kini tidak lagi terasa berat seakan memikul beban seluruh dunia. Hongwu muncul di balik tirai daun willow, jubahnya yang berwarna gelap berkilau terkena sisa embun pagi. Saat melihatku, senyumnya langsung merekah, mengubah wajahnya yang biasanya kaku menjadi lembut dan hangat. "Kau sudah bangun?" tanyanya pelan saat mendekat, lalu tanpa ragu ia berlutut di sampingku, me
آخر تحديث : 2026-08-19 اقرأ المزيد