Bab 157 Aku masih berdiri di dekat jendela, tangan menyentuh kaca dingin, membiarkan pandanganku menyusuri halaman istana yang perlahan mulai dipenuhi orang-orang yang bergegas menuju Aula Besar. Di dalam hati, ada ketenangan yang belum pernah kurasakan sebelumnya — namun di samping itu, ada juga kekhawatiran yang samar, seakan aku baru saja melangkah masuk ke dalam pusaran yang tak bisa lagi kuhentikan. Belum lama, langkah kaki yang kukenal terdengar mendekat — cepat, mantap, dan penuh kegembiraan yang tertahan. Pintu terbuka tanpa diketuk, dan Hongwu berdiri di ambang pintu, napasnya sedikit memburu seakan ia berjalan terlalu cepat, matanya bersinar terang seperti bintang yang jatuh ke bumi. "Kau sudah kembali?" tanyaku terkejut, melangkah maju menyambutnya. "Bukankah baru saja kau berangkat?" Ia tidak menjawab dengan kata-kata. Sebaliknya, ia melangkah mendekat, meraih kedua tanganku dan menggenggamnya erat di dalam tangannya yang besar dan
Última atualização : 2026-08-17 Ler mais