Saat melangkah memasuki gedung wisuda yang megah dan penuh riuh, Jovita mengedarkan pandangannya. Di sekelilingnya, wajah-wajah bahagia para wisudawan, disambut pelukan hangat dan tatapan penuh rasa bangga dari orang tua mereka masing-masing.Dada Jovita mendadak sesak, di hari sespesialnya orang tua kandungnya tidak ada yang mendampingi. Rasa asing dan sepi menyusup perlahan di tengah keramaian.Bi Lastri, yang melangkah setia di sampingnya, seolah bisa membaca gundah yang berkecamuk di dalam hati Jovita. Wanita paruh baya itu menyentuh lembut bahu Jovita.“Jangan sedih,” bisik Bi Lastri penuh kehangatan. “Hari ini waktunya bahagia. Semua kerja keras selama kuliah akhirnya membuahkan hasil.”Jovita menoleh, lalu meremas jemari Bi Lastri yang hangat. “Terima kasih ya, Bi... Bibi mau datang dan menemani Jojo.”Bi Lastri membalas genggaman tangan Jovita dengan erat, menatapnya penuh kasih sayang. “Jangan meratapi apa yang nggak ada, Jo. Sekarang ada Tuan Raymond yang selalu siap melindu
Read more