Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 218. Pertemuan tak Terduga

Share

218. Pertemuan tak Terduga

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-09-15 09:58:05

Jovita melangkah naik ke atas panggung wisuda dengan sangat anggun. Di layar proyektor besar di sudut gedung, wajah cantiknya terpampang jelas dan menawan.

Raymond menatap layar itu dari kejauhan dengan mata berkaca-kaca. Rasa bangga membuncah menyelimuti dadanya saat memuji sang istri di dalam hati.

Setelah perjuangan selama empat tahun, akhirnya Jovita berhasil lulus. Nilai IPK-nya pun sangat memuaskan, hampir menyentuh predikat cumlaude, sebuah pencapaian luar biasa mengingat Jovita kesulita
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
nah lo... akhirnya ketemu kan...
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
Alhamdulillah, akhirnya Jojo dipertemukan dengan ibu kandungnya..ga sabar nunggu kelanjutannya
goodnovel comment avatar
vyjoo
Misteri itu akhirnya terbuka, fix mama tiri dylan adalah ibu kandung Jojo yg pergi hampir 10 tahun tanpa nyari putrinya itu.. untung Jojo ga mati ditangan ayahnya sendiri..Plisss bikin emakmu menyesal dulu Joo..Love u Jojo :3
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   220. Masa Lalu yang Membayangi

    Suasana tegang menyelimuti lorong rumah sakit. Damian dan Dylan akhirnya bisa bernapas lega setelah dokter kandungan yang menangani Elvi menyatakan bahwa kondisi fisik Elvi serta janin di dalam kandungannya saat ini dalam keadaan stabil dan baik-baik saja.Namun, dokter memberikan catatan serius sebelum mereka meninggalkan ruangan.“Secara fisik Ibu Elvi dan bayinya aman,” ujar dokter tersebut dengan raut wajah tegas. “Tapi dari hasil pemeriksaan awal, sepertinya ada pemicu kuat yang membuat Bu Elvi mengalami syok berat dan terkejut secara mendadak. Saran saya, coba bicarakan pelan-pelan dengan Bu Elvi mengenai apa yang mengganggu pikirannya. Jangan sampai hal ini membebani mentalnya dalam jangka waktu lama, karena stres berat bisa sangat berbahaya bagi keselamatan kehamilannya.”Sejak awal mengetahui kehamilan istrinya, Damian sudah memendam rasa khawatir yang begitu besar. Mengandung di usia yang tak lagi muda tentu membawa risiko tersendiri bagi kesehatan Elvi, dan kejadian syok ha

  • Istri Rahasia Om Raymond   219. Berbicara Tentang Warisan

    Suasana di lorong wisuda sejenak kacau dan menegangkan. Melihat kondisi Elvi yang kian lemas dan emosional, Damian bersama Dylan bergerak cepat membawanya keluar gedung. Bukan hanya karena khawatir dengan keselamatan Elvi dan janin di kandungannya, tetapi juga tak ingin membuat keributan yang mengganggu jalannya prosesi wisuda.Setelah menatap nanar kepergian Elvi yang diapit oleh Damian dan Dylan, Jovita menunduk. Senyum getir terukir di bibirnya sebelum ia melangkah kembali ke barisan kursinya.‘Pantas saja Bunda nggak pernah pulang atau sekadar nyari aku...’ batin Jovita perih. Bundanya kini sudah hidup sangat nyaman dan terpandang sebagai bagian dari keluarga Hadiningrat, salah satu dinasti penguasa bisnis properti raksasa di negeri ini.Begitu Jovita mendaratkan tubuhnya di kursi, salah seorang teman di sebelahnya berbisik penasaran, “Jo, itu tadi mamanya Dylan, ya?”Jovita hanya mengangguk pelan tanpa suara. Dia pun baru tahu jika ternate Dylan adalah saudara tirinya.Seketika t

  • Istri Rahasia Om Raymond   218. Pertemuan tak Terduga

    Jovita melangkah naik ke atas panggung wisuda dengan sangat anggun. Di layar proyektor besar di sudut gedung, wajah cantiknya terpampang jelas dan menawan.Raymond menatap layar itu dari kejauhan dengan mata berkaca-kaca. Rasa bangga membuncah menyelimuti dadanya saat memuji sang istri di dalam hati.Setelah perjuangan selama empat tahun, akhirnya Jovita berhasil lulus. Nilai IPK-nya pun sangat memuaskan, hampir menyentuh predikat cumlaude, sebuah pencapaian luar biasa mengingat Jovita kesulitan membagi waktu antara kuliah berat di Jurusan Arsitektur dan bekerja serabutan di tahun-tahun awalnya.Felisa yang duduk di sebelahnya tak luput memperhatikan perubahan raut wajah Raymond. Rasa cemburu membakar dadanya melihat tatapan teduh dan haru mantan suaminya itu.“Anakmu itu Vio, Ray, bukan Jojo,” sindir Felisa dengan nada ketus. “Tapi sepertinya kamu kelihatan jauh lebih terharu dan antusias sama kelulusan Jojo.”Raymond memutar kepalanya, menatap Felisa lurus-lurus. Untuk pertama kalin

  • Istri Rahasia Om Raymond   217. Trauma Raymond

    Saat melangkah memasuki gedung wisuda yang megah dan penuh riuh, Jovita mengedarkan pandangannya. Di sekelilingnya, wajah-wajah bahagia para wisudawan, disambut pelukan hangat dan tatapan penuh rasa bangga dari orang tua mereka masing-masing.Dada Jovita mendadak sesak, di hari sespesialnya orang tua kandungnya tidak ada yang mendampingi. Rasa asing dan sepi menyusup perlahan di tengah keramaian.Bi Lastri, yang melangkah setia di sampingnya, seolah bisa membaca gundah yang berkecamuk di dalam hati Jovita. Wanita paruh baya itu menyentuh lembut bahu Jovita.“Jangan sedih,” bisik Bi Lastri penuh kehangatan. “Hari ini waktunya bahagia. Semua kerja keras selama kuliah akhirnya membuahkan hasil.”Jovita menoleh, lalu meremas jemari Bi Lastri yang hangat. “Terima kasih ya, Bi... Bibi mau datang dan menemani Jojo.”Bi Lastri membalas genggaman tangan Jovita dengan erat, menatapnya penuh kasih sayang. “Jangan meratapi apa yang nggak ada, Jo. Sekarang ada Tuan Raymond yang selalu siap melindu

  • Istri Rahasia Om Raymond   216. Menjelang Wisuda

    Layaknya seorang raja, Raymond keluar diikuti tiga perempuan cantik. Felisa berdandan sangat anggun seolah-olah ia telah kembali menjadi nyonya rumah. Dengan percaya diri memosisi diri tepat di samping Raymond.Viola berjalan di sisi lain dengan wajah sumringah, impian sederhana melihat kedua orang tuanya mendampinginya di hari wisuda akhirnya terwujud.Berbeda dengan Felisa. Pandangan mata wanita itu justru terus-menerus tertuju pada Jovita yang berjalan bersama Bi Lastri.Felisa masih sangat penasaran dengan temuan botol vitamin hamil di tas Jovita. Meski belum punya bukti kuat untuk menuduh secara terbuka, matanya terus melahap dan mencari-cari perubahan fisik pada tubuh sahabat putrinya itu.Jika Jovita benar-benar hamil, usia kandungannya mungkin masih sangat muda sehingga perutnya belum membuncit. Namun, pandangan tajam Felisa tertambat pada bentuk dada Jovita yang memang terlihat jauh lebih berisi, dan Felisa tahu betul, bagian tubuh itulah yang paling disukai Raymond saat mere

  • Istri Rahasia Om Raymond   215. Semakin Curiga

    “Aku sudah kenyang.” Setelah membersihkan mulut dari sisa makanan Raymond langsung bangkit. “Aku mau langsung istirahat, biar besok bisa fit saat temani Vio,” sambungnya pamit ke kamarnya lebih awal.Raymond sengaja tidak melirik Jovita sama sekali. Mengabaikan keberadaan istrinya yang saat ini sedang mengandung buah hati mereka, meski terasa sangat menyiksa. Bagi Raymond, mengambil jarak sejenak justru pilihan terbaik saat ini.Bukan semata-mata karena ada Felisa dan Viola di dekat mereka, lebih karena Raymond takut tak bisa menahan diri untuk tidak memeluk atau memanjakan istrinya. Apalagi mengingat kondisi Jovita yang kemarin sempat mengalami kram perut. Selama Jovita masih dalam jangkauan pantauannya, dan ada Bi Lastri yang sigap menjaga, Raymond sedikit lebih tenang.Baru saja memasuki kamar, rasa sepi langsung menyergap hati Raymond.‘Kangen... padahal baru saja kita duduk satu meja makan,’ batinnya frustrasi.Raymond mengambil ponsel di saku, jemarinya lincah mengetikkan sesuat

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status