“Sini, Jo!”Teriakan Viola membuyarkan lamunan Jovita, yang kemudian menatap bingung ke arah sahabatnya. Hatinya bertanya-tanya merasa ada yang aneh. Selama ini Viola sangat membenci keberadaan Karina dan selalu menolak wanita itu. Tapi hari ini, tepat di hadapan mama kandungnya, Viola dan Karina justru tampak begitu akrab dan hangat.“Kaget, ya, lihat aku bersama Tante Karin?” bisik Viola seolah tahu isi hati sahabatnya. “Tante Karin itu salah satu petinggi di Adhiwangsa Group. Kalau aku ingin mewarisi Chandra Group, aku harus bisa bekerja sama dengan pengusaha lain, termasuk Tante Karin.”Jovita mengangguk samar, mencoba mencerna alur pemikiran sahabatnya.“Business is business,” sambung Viola antusias, matanya berbinar penuh ambisi. “Kalau bekerja sama dengan orang yang paling kita benci bisa mendatangkan keuntungan, kenapa tidak?”Jovita berusaha bersikap seberani mungkin. Walau kedua kakinya terasa gemetar hebat dan jantungnya berdegup tak beraturan, Jovita memaksakan senyum tipi
Read more