Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 215. Semakin Curiga

Share

215. Semakin Curiga

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-09-14 10:58:56

“Aku sudah kenyang.” Setelah membersihkan mulut dari sisa makanan Raymond langsung bangkit. “Aku mau langsung istirahat, biar besok bisa fit saat temani Vio,” sambungnya pamit ke kamarnya lebih awal.

Raymond sengaja tidak melirik Jovita sama sekali. Mengabaikan keberadaan istrinya yang saat ini sedang mengandung buah hati mereka, meski terasa sangat menyiksa. Bagi Raymond, mengambil jarak sejenak justru pilihan terbaik saat ini.

Bukan semata-mata karena ada Felisa dan Viola di dekat mereka, leb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
dasar nenek lampir..yg kata bi Lastri lebih jahat..ko bisa ya dulu Raymond menyentuh si Mak lampir dengan mesra??
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
gustiii, tolong enyahkan perempuan yg namanya Felisa n lakinya si Julian itu.... ampun mereka ini yg bisa buat gonjang ganjing hubungan couple cute eke...hiksss... sumpah gak tau diri banget si feli ini...ihhhh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   353. Sulit Menerima Kenyataan

    “Nggak mungkin…”Viola menggelengkan kepala tidak bisa menerima kenyataan. “Opa bohong, kan? Apa ini karena anak-anak Jovita?”Roberto menggelengkan kepala. “Tak ada hubungannya dengan Jovita.”“Lalu?”“Kemarin waktu kamu kecelakaan, kamu mengalami pendarahan hebat dan butuh donor darah. Karena persediaan rumah sakit dan PMI kosong, keluarga melakukan pemeriksaan. Tapi ternyata darah papa dan mamamu berbeda dengan golongan darahmu.”“Perbedaan golong darah tidak langsung menjadi bukti jika aku bukan anak kandung papa.”Viola bersikeras bukan hanya karena selama ini ia memuja Raymond sebagai sosok ayah yang sempurna, tapi ada rasa jijik yang bergemuruh di dasar hatinya saat ia harus menghubungkan darahnya dengan Julian.Dalam urusan bisnis, Julian terkenal tidak mumpuni dan sering membuat kacau proyek. Suka main perempuan dan judi. Dan tentu yang paling menyakitkan Julian menjalin hubungan terlarang dengan mamanya, baik sekarang maupun saat masih menjadi istri Raymond.“Awalnya kami be

  • Istri Rahasia Om Raymond   352. Kenyataan Pahit

    Melihat mobil Raymond memasuki pekarangan rumah, Jovita bergegas bangkit. Perempuan hamil itu berjalan cepat setengah berlari ingin menyambut kepulangan anak tirinya dari rumah sakit.Jovita mengerutkan kening melihat Raymond turun seorang diri dari kursi pengemudi. Pintu mobil di belakang tertutup rapat tanpa ada sosok lain yang menyusul.Rasa cemas langsung merayap, Jovita menyambut suaminya di teras dengan tatapan penuh tanya.“Vio mana? Belum boleh pulang? Dia tidak apa-apa, kan?” Ada khawatir dan penasaran dalam tiap kata yang terlontar dari bibir Jovita.Raymond meraih tangan Jovita, menggenggamnya erat untuk menyalurkan ketenangan yang justru gagal ia miliki sendiri.“Vio pulang ke rumah papa.”Alis Jovita terangkat. “Kenapa? Dia masih marah sama kita?”Tanpa menjawab, Raymond membimbing Jovita memasuki rumah. Mereka duduk berdampingan di sofa panjang ruang tamu. Sekilas, pandangan Raymond jatuh pada perut istrinya yang sudah besar, wajar jika Roberto mengkhawatirkannya.“Ini i

  • Istri Rahasia Om Raymond   351. Pulang

    Viola, yang belum sepenuhnya lelap, mengerjap kaget mendapati kedatangan sang kakek yang tidak biasa, di waktu selarut ini.Gadis itu buru-buru mengubah posisinya, mencoba duduk meski ringisan tertahan sempat lolos dari bibirnya.“Opa... malam-malam begini? Ada apa?” tanya Viola parau, terdengar sangat berhati-hati.Roberto tidak langsung menjawab. Pria tua itu menarik kursi duduk tepat di sisi brankar merapikan jasnya yang masih melekat sempurna.“Beberapa hari lalu, kamu sempat meminta bantuan opa untuk membantumu pergi ke luar negeri, bukan?” Roberto to the point membuka percakapan, suaranya datar namun mengikat perhatian.Manik mata Viola melebar tipis. Ia mengangguk pelan. “Iya, Opa... Vio memang ingin lanjut studi ke Australia.”“Aku sudah memikirkan permintaanmu,” lanjut Roberto tegas. “Dan aku pastikan, aku akan mendukung penuh keinginanmu itu. Semua fasilitas, dokumen, dan biaya kuliahmu akan diurus sampai tuntas.”Secercah binar kelegaan melintas di mata Viola. Tapi, sebelum

  • Istri Rahasia Om Raymond   350. Serahkan pada Papa!

    Jovita mengantar langkah suaminya hingga ke teras depan. Meski usia kandungannya baru menginjak lima bulan, kehamilan kembar membuatnya perutnya sudah membuncit begitu kentara, bahkan terasa menghalangi jarak saat Raymond hendak menunduk untuk mencium keningnya.Karena ukuran perut yang kian membesar itulah, sejak insiden kecelakaan Viola beberapa waktu lalu, Raymond memutuskan Jovita menarik diri dari kantor dan memindahkan seluruh aktivitas kerjanya ke rumah secara penuh. Segala tugas administrasi dan gambar desain kini ia selesaikannya secara online.Keputusan itu membuat Raymond merasakan ketenangan yang berganda. Selain memastikan sang istri tidak kelelahan akibat mobilitas harian, ia juga tidak perlu lagi merasa risih memikirkan Aris, rekan sekantor yang hingga kini masih sering mencuri pandang penuh penyesalan, seolah belum sepenuhnya ikhlas menerima kenyataan bahwa Jovita telah resmi menjadi istri orang lain.“Kalau saja pagi ini nggak ada meeting dengan klien, rasanya aku mas

  • Istri Rahasia Om Raymond   349. Minta Izin

    Waktu berputar tanpa suara, membawa Roberto pada kenyataan paling telak dalam sisa hidupnya.Di ruang kerjanya yang sunyi, amplop cokelat dari laboratorium swasta tergeletak terbuka di atas meja kerjanya. Sepasang mata tua yang biasanya memancarkan kalkulasi dingin dan penuh ambisi kini gemetar hebat.Selembar kertas putih di tangannya mencetak persentase yang meremukkan seluruh harga diri dan keyakinannya selama ini.99,99 persen. Viola bukan darah daging Raymond. Gadis itu adalah anak kandung Julian.Bagi Roberto ini adalah bukti nyata kegagalannya. Bukan hanya sebagai laki-laki, tapi juga seorang ayah.Air mata tua yang sudah puluhan tahun mengering mendadak tumpah, menetes membasahi kertas yang mengungkap kenyataan itu. Roberto merasa menjadi pria paling bodoh di dunia. Rasa bersalah yang teramat pekat menghantam dadanya tanpa ampun, meremukkan ego yang selama ini diagungkannya.Betapa kejam dirinya pada Raymond, putra kandung yang dia singkirkan dan harus terbebani kesalahan yang

  • Istri Rahasia Om Raymond   348. Lega

    “Boleh, tapi hati-hati.” Suara Raymond serak karena gairah. Tangan Raymond menyelinap masuk ke dalam blus longgar Jovita, langsung menyentuh kulit hangat di pinggang yang lebih lembut karena kehamilan. Raymond melepas blus yang dikenakan Jovita, disusul bra yang sudah ketat di bagian depan. Dua buah dada tampak semakin berisi karena kehamilan lima bulan itu langsung terpapar. Puncaknya lebih gelap, lebih sensitif, dan sedikit bengkak. “Dadamu… makin montok. Cantik banget…” bisik Raymmond lalu membungkuk. Mulutnya langsung mengecup salah satu, lalu menghisap pelan-pelan. Lidahnya memutar, menggigit ringan, sementara tangannya yang lain memijat dada satunya dengan hati-hati. Rasa asin-manis dari kulit Jovita memenuhi mulutnya. Setiap hisapan membuat Jovita menggeliat, punggungnya melengkung, jari-jari kakinya mengerat di seprai. “Ahh… pelan…” Tapi tangan Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status