“Mau lihat-lihat perlengkapan bayi dulu?” tanyanya mencoba mengalihkan perhatian Jovita sepenuhnya dari kejadian tadi.Jovita menggeleng pelan. “Jangan dulu, Om. Kita kan belum tahu jenis kelamin si kembar apa.”“Bisa cari warna dan motif yang netral dulu, kan?” sahut Raymond tak mau kalah.“Nggak dulu, Om. Tujuan kita ke sini kan mau belanja bulanan, kulkas sudah mulai kosong,” tolak Jovita halus.Raymond memiringkan kepalanya, menatap Jovita dari atas sampai bawah. “Pengin beli baju baru nggak?”“Nanti saja, baju-baju yang di lemari masih banyak yang muat.”Raymond mendadak mendekatkan wajahnya, lalu berbisik goda, “Tapi baju dinas malamnya itu-itu saja...”Jovita langsung melirik tajam ke arah suaminya sambil menepuk pelan lengan pria itu. “Ih, ingat tempat, Om! Malu kalau sampai ada yang dengar.”Raymond tersenyum lebar. Dalam hati, ia merasa lega luar biasa melihat raut wajah Jovita yang sudah tenang, tidak lagi terpengaruh oleh peristiwa tak menyenangkan bersama Karina.“Ya suda
Read more