“Pertemuan ini baru akan dilaksanakan setelah kondisi Jojo benar-benar pulih dan dia diperbolehkan keluar dari rumah sakit oleh dokter. Saya harap Pak Damian dan Bu Elvi bisa memahami hal ini demi keselamatan Jojo dan bayi kembar kami.”Damian mengangguk mantap, lega luar biasa mendengarnya. “Tentu, Ray. Kami sangat memahami itu. Kesehatan Jojo dan bayinya adalah yang paling utama. Terima kasih banyak sudah menyampaikan hal ini. Tolong jaga Jojo baik-baik, kami akan menunggu kabar selanjutnya dari kamu.”“Baik, Pak Damian. Saya tutup dulu teleponnya,” pamit Raymond sebelum mengakhiri sambungan.Damian menurunkan ponselnya perlahan, lalu menatap Elvi yang memandangnya penuh cemas dan antusias.“Bagaimana, Pi?” tanya Elvi dengan suara bergetar, antara cemas dan penuh harap.Damian membawa Elvi ke dalam pelukan yang lebih erat, lalu mengecup penuh kasih pucuk kepala istrinya. “Raymond bilang, Jojo mau bertemu denganmu.”Mata Elvi seketika berkaca-kaca, air mata keharuan merebak di pelupu
Magbasa pa