“Selama ini, dia tetap saya libatkan untuk membantu menggarap beberapa proyek desain skala kecil di kantor saya. Hitung-hitung supaya ilmu arsitekturnya tidak menguap begitu saja,” ucap Rayond dengan tenang.“Jadi nanti, kapan pun Jovita merasa siap untuk kembali aktif bekerja secara profesional, dia tidak perlu merambat dari nol lagi.”Mendengar penjelasan tersebut, Damian dan Elvi saling melempar pandang dengan binar terkesima. Mata Elvi bergetar haru melihat betapa Raymond tidak hanya menafkahi Jovita, tetapi juga sangat menghargai potensi, pendidikan, serta masa depan cita-cita putrinya.“Luar biasa...” gumam Damian penuh apresiasi. “Kamu suami yang sangat bijaksana, Ray. Tidak semua pria mau memberi ruang tumbuh untuk karier istrinya seperti ini.”Namun, respons hangat itu berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Dylan. Duduk tersudut di sofa tunggal, dada Dylan bergemuruh panas. Ia mengepalkan jemarinya kuat-kuat di pangkuan. Di matanya, Raymond terlalu pintar dan cerdik da
Read more