Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, jantung Zafira tidak berhenti berdebar. Tangannya berkali-kali menggenggam ponsel, berharap ada panggilan lain yang memberitahukan kondisi Hendro.Namun... tidak ada.Mobil yang dikemudikan sopir Arkanza Group melaju secepat mungkin membelah jalanan malam."Pak..."Suara Zafira terdengar gemetar."Bisa sedikit lebih cepat?""Baik, Bu."Sopir kembali menambah kecepatan mobil. Zafira menatap keluar jendela. Bayangan wajah ayahnya terus memenuhi pikirannya."Ayah... bertahanlah."Beberapa menit kemudian, mobil akhirnya memasuki area rumah sakit. Belum benar-benar berhenti, Zafira sudah lebih dulu membuka pintu."Bu, hati-hati!" seru sopir.Namun Zafira tidak menghiraukannya. Ia berlari memasuki lobi rumah sakit. Beberapa perawat yang melihatnya langsung menoleh."Bu Zafira?""Di mana Ayah saya?"Perawat itu tampak bingung."Pak Hendro?""Iya.""Tadi rumah sakit menelepon. Katanya kondisi Ayah tiba-tiba memburuk."Perawat itu saling berpandangan de
Read more