Pagi berikutnya, Zafira akhirnya diperbolehkan pulang. Meski dokter masih meminta agar ia banyak beristirahat, Zafira sudah merasa jauh lebih baik Luka di kepalanya masih terasa nyeri, tetapi dibandingkan beberapa jam sebelumnya, tubuhnya sudah jauh lebih kuat.Albert datang menjemputnya. Begitu melihat Zafira keluar dari kamar, ia langsung menghampiri."Pelan-pelan.""Aku bisa jalan sendiri, Mas.""Aku tahu."Albert tetap memegang lengannya. Zafira menatapnya sekilas, lalu tersenyum kecil."Mas benar-benar berubah.""Berubah bagaimana?""Jadi cerewet."Albert mendengus."Kalau kamu tidak membuatku khawatir, aku juga tidak akan cerewet."Zafira terkekeh pelan.Namun ketika mereka sampai di luar rumah sakit, ia melihat dua orang pria berdiri tidak jauh dari mobil.Zafira menatap Albert."Siapa mereka?""Orang keamanan.""Mas...""Jangan protes."Albert membuka pintu mobil untuknya."Mulai sekarang kamu tidak boleh pergi sendirian."Zafira menghela napas. Ia tahu tidak ada gunanya memba
Read more