Malam itu, Albert belum juga pulang ke rumah.Di ruang kerjanya, pria itu duduk di balik meja dengan beberapa berkas terbuka di hadapannya. Sejak pemakaman Hendro, pikirannya terus dihantui oleh ucapan Zafira yang terdengar mustahil, tetapi entah mengapa sulit diabaikan.Zafira pernah berkata bahwa Vivi mendorongnya ketika sedang hamil. Dia juga menyebut nama Teddy, pria yang selama ini diyakini telah meninggal dunia.Dulu, Albert mungkin akan menganggap semua itu sebagai omong kosong. Namun, setelah kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Zafira, dia tidak lagi bisa menepis kecurigaannya begitu saja.Ketukan terdengar di pintu."Masuk!"Pak Ardi melangkah masuk sambil membawa sebuah map cokelat."Pak, saya sudah mendapatkan informasi awal mengenai Teddy."Albert segera mengangkat wajahnya."Bagaimana?"Pak Ardi meletakkan map itu di atas meja, kemudian membukanya."Nama lengkapnya Teddy Pranata. Berdasarkan dokumen yang kami temukan, dia dinyatakan meninggal dunia sehari sesudah nyony
Read more