Zafira perlahan membuka mata. Cahaya putih dari langit-langit membuat pandangannya terasa silau. Beberapa detik ia hanya diam, mencoba mengingat apa yang terjadi.Kemudian ingatannya kembali.Ayahnya.Zafira langsung berusaha bangun."Ayah..."Gerakannya membuat Albert yang duduk di samping tempat tidur segera berdiri."Fira, jangan bangun dulu.""Ayah di mana?"Suara Zafira bergetar. Albert terdiam. Ia tahu cepat atau lambat Zafira harus mengetahui kenyataannya."Mas...""Ayah bagaimana?"Zafira menatapnya penuh harap. Namun melihat wajah Albert yang tiba-tiba muram, senyum kecil di wajahnya perlahan menghilang."Mas..."Albert menggenggam tangannya."Fira...""Ayah sudah tenang di sana."Zafira membeku. Air matanya langsung menggenang."Jangan...""Mas...""Ayah..."Albert mengusap punggung tangannya."Aku sudah mengatur penguburan untuk Ayah."Zafira menutup mulutnya. Tangisnya pecah."Aku belum sempat bicara dengan Ayah.""Aku belum sempat mengatakan apa-apa."Albert memeluknya."
Read more