"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda, Pak Evan," ujar Reyhan ramah, tersenyum sambil mengulurkan tangannya. "Kehormatan ada di pihak saya, Pak Reyhan," balas pria itu, menjabat tangan Reyhan dengan cengkeraman yang pas, tidak terlalu kuat, tapi mantap. Setelah basa-basi awal, Reyhan duduk bersandar dan mengamati Evan dengan saksama. Jika Hendra tidak memberinya latar belakang sebelumnya, Reyhan tidak akan pernah menduga bahwa pria di hadapannya ini adalah otak jenius di balik manuver buas Helios Consortium. Penampilannya begitu semenjana. Sorot matanya kelelahan, dan posturnya adalah tipe pria yang akan dengan mudah lenyap tertelan kerumunan komuter di stasiun kereta. "Pak Evan, Anda sebelumnya memegang posisi puncak di Helios Consortium, sebuah raksasa komersial yang menguasai setengah industri di negara ini. Apa yang membawa predator sekelas Anda ke kolam kecil seperti Starlight?" tembak Reyhan langsung. Rasa penasarannya tak bisa lagi dibendung. "Saya butuh uang," aku
Last Updated : 2026-07-25 Read more