ホーム / Urban / Sistem Sign-In Harian / 45. Deputi CEO Starlight

共有

45. Deputi CEO Starlight

作者: KoTz
last update 公開日: 2026-07-25 16:15:05

"Aku... aku juga baru saja dapat pesan singkat dengan nada serupa," timpal Hendra dari sudut ruangan, suaranya sedikit bergetar.

"Wah, wah. Menarik sekali," komentar Reyhan datar. Ia menepuk tangannya dua kali dengan ritme lambat. "Seorang manajer SDM ikut-ikutan main kuasa bak mafia. Helios pasti sangat bangga dengan premanisme korporat mereka."

Sebelum Pak Indra sempat membantah, Elsa menerobos masuk dengan napas terengah, membawa sebuah laptop yang menyala. "Pak Rey, maaf mengganggu, tapi ad
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sistem Sign-In Harian   47. Tamu Pembawa Maut

    Gaya bertarungnya sangat taktis ala militer. Seingat Reyhan, ia belum pernah memprovokasi pembunuh bayaran sekaliber ini."Tidak buruk juga refleksmu. Tapi mari kita lihat berapa lama kau bisa terus menghindar!" ejek penyerang itu dingin. Tangannya bergerak secepat kilat, bersiap melepaskan serangkaian teknik kuncian mematikan.Setelah belasan pertukaran pukulan yang menguras tenaga, Reyhan mendapati dirinya terpojok di dekat pilar. Ia terpaksa menahan gempuran itu secara frontal."Nah, begitu lebih baik. Menghindar terus hanya akan mempercepat kematianmu," dengus pria itu.Reyhan sengaja menurunkan guard-nya, membiarkan pertahanannya terbuka selama sepersekian detik. Memanfaatkan celah itu, dua pukulan keras dari penyerang mendarat telak di bahu dan punggung Reyhan, membuat kepalanya berputar dan pandangannya berkunang-kunang.Namun, itu adalah jebakan.Reyhan menggigit ujung lidahnya kuat-kuat hingga rasa anyir darah menyadarkannya dari pusing. Detik berikutnya, ia membangkitkan ene

  • Sistem Sign-In Harian   46. Jejak Dosa Helios

    "Tunggu, aku tidak yakin itu ide yang baik. Aku bisa mencari kamar sewa murah, atau tidur di sofa kantor pun tidak masalah," tolak Evan halus, terkejut dengan kemurahan hati yang mendadak itu."Jangan menolak. Vilaku luas dan kosong. Lagipula, aku melakukan ini untuk mengawasimu," potong Reyhan setengah bercanda. "Aku baru saja menabuh genderang perang dengan Helios Consortium demi dirimu. Kalau kau mulai bermalas-malasan atau mencoba kabur, aku sendiri yang akan mematahkan kakimu."Evan terdiam, lalu mengangguk. "Aku tidak akan mengecewakanmu, Bos."Dengan goresan pena di atas kontrak, Evan Renard resmi menjadi bagian dari Starlight. Garis-garis ketegangan di wajah pria jenius itu perlahan mengendur, digantikan oleh aura seorang jenderal yang kembali menemukan medan perangnya."Pak Indra, segera keluarkan siaran pers ke semua media. Umumkan secara lantang bahwa Evan Renard telah resmi menjabat sebagai Deputi CEO Starlight," instruksi Reyhan."Kau benar-benar tidak kenal kata takut, y

  • Sistem Sign-In Harian   45. Deputi CEO Starlight

    "Aku... aku juga baru saja dapat pesan singkat dengan nada serupa," timpal Hendra dari sudut ruangan, suaranya sedikit bergetar."Wah, wah. Menarik sekali," komentar Reyhan datar. Ia menepuk tangannya dua kali dengan ritme lambat. "Seorang manajer SDM ikut-ikutan main kuasa bak mafia. Helios pasti sangat bangga dengan premanisme korporat mereka."Sebelum Pak Indra sempat membantah, Elsa menerobos masuk dengan napas terengah, membawa sebuah laptop yang menyala. "Pak Rey, maaf mengganggu, tapi ada panggilan video masuk ke server lobi. I-ini dari Manajer Senior SDM Helios!""Mereka benar-benar lintah yang tak mau melepaskan mangsanya. Bagus. Sambungkan panggilannya ke layar monitor utama. Aku penasaran ingin dengar seberapa kasar kata-kata mereka," perintah Reyhan seraya menyilangkan kakinya dengan santai, seolah sedang bersiap menonton pertunjukan komedi.Elsa segera menyambungkan kabel display. Begitu panggilan terhubung, sesosok pria gemuk berkepala plontos muncul di layar raksasa. Wa

  • Sistem Sign-In Harian   44. Ultimatum dari Helios

    "Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda, Pak Evan," ujar Reyhan ramah, tersenyum sambil mengulurkan tangannya. "Kehormatan ada di pihak saya, Pak Reyhan," balas pria itu, menjabat tangan Reyhan dengan cengkeraman yang pas, tidak terlalu kuat, tapi mantap. Setelah basa-basi awal, Reyhan duduk bersandar dan mengamati Evan dengan saksama. Jika Hendra tidak memberinya latar belakang sebelumnya, Reyhan tidak akan pernah menduga bahwa pria di hadapannya ini adalah otak jenius di balik manuver buas Helios Consortium. Penampilannya begitu semenjana. Sorot matanya kelelahan, dan posturnya adalah tipe pria yang akan dengan mudah lenyap tertelan kerumunan komuter di stasiun kereta. "Pak Evan, Anda sebelumnya memegang posisi puncak di Helios Consortium, sebuah raksasa komersial yang menguasai setengah industri di negara ini. Apa yang membawa predator sekelas Anda ke kolam kecil seperti Starlight?" tembak Reyhan langsung. Rasa penasarannya tak bisa lagi dibendung. "Saya butuh uang," aku

  • Sistem Sign-In Harian   43. Sang Mantan Deputi

    "Simpan air mata buayamu. Langsung ke intinya saja. Uangnya akan masuk ke rekeningmu dalam tiga menit," potong Reyhan tak sabar.Siska menelan ludah, senyumnya luntur. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan. "Sebenarnya... Hana sudah menikah."Krak.Genggaman Reyhan pada gelas kacanya menegang seketika, nyaris membuatnya retak. Napasnya tertahan. "Kapan?" tanya Reyhan, suaranya berat, berusaha setengah mati menjaga agar emosinya tidak meledak di sana. Kepalanya berputar hebat. Dua hari yang lalu Hana masih bersamanya, memadu kasih, tertawa di pelukannya seolah dunia hanya milik mereka berdua. Tapi wanita itu tidak mengatakan apa pun."Tepat setelah dia lulus. Dia akhirnya menikah dengan seorang pria pengusaha yang sepuluh tahun lebih tua darinya," jawab Siska, nada suaranya sedikit melunak, menyadari perubahan wajah Reyhan. "Dia benar-benar tidak punya pilihan, Rey. Keluarganya hancur. Kakaknya punya tumpukan utang judi dari lintah darat yang mengancam nyawa mereka, dan dia merasa harus

  • Sistem Sign-In Harian   42. Helios Consortium

    Di era digital yang serba cepat ini, kejatuhan seseorang bisa terjadi hanya dalam hitungan jam. Menjelang malam, Maya telah resmi menjadi bulan-bulanan nasional, dihujat habis-habisan di setiap sudut internet. Namun, Reyhan sudah tidak peduli. Baginya, wanita itu sudah tamat.Ia bersandar santai di sofa ruangannya, menutup mata, dan memusatkan pikiran untuk menjelajahi antarmuka Sistem yang belum sempat ia pelajari sepenuhnya sejak pertama kali terikat."Rey, coba lihat ini." Suara pintu terbuka disusul kemunculan Hendra yang menyeringai lebar. Pemuda itu menjatuhkan diri di sofa seberang Reyhan dan memutar layar laptopnya agar menghadap sang bos.Reyhan membuka mata. "Apa?""Lihat pelamar yang satu ini." Hendra mengetuk-ngetuk layar laptopnya dengan telunjuk.Reyhan menyipitkan mata, membaca nama di bagian atas dokumen. "Evan Renard? Siapa dia?""Kau belum pernah dengar nama Evan Renard? Astaga, Rey. Dia mantan Deputi CEO Helios Consortium. Rumor di bursa saham menyebutkan bahwa dia

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status