Jasmine duduk sendirian di sudut ruangan sambil menatap gelas di tangannya. Cairan berwarna keemasan di dalamnya sudah hampir habis, tetapi ia masih belum berniat pulang. Sorot matanya menyimpan kelelahan yang sulit disembunyikan. Ia baru saja meninggalkan pesta perusahaan suaminya, Zen. Di mata banyak orang, Zen adalah pria sempurna—kaya, tampan, sukses, dan berasal dari keluarga terpandang. Banyak wanita iri pada kehidupan yang dimiliki Jasmine, tetapi mereka tidak pernah tahu bagaimana kenyataannya. Zen selalu sibuk. Pekerjaan lebih penting daripada keluarga. Bahkan ketika mereka berada di ruangan yang sama, rasanya seperti ada jarak yang tak terlihat di antara mereka. Tak ada perhatian, tak ada percakapan hangat, tak ada pelukan yang membuatnya merasa dicintai. Rumah megah yang mereka tinggali terasa lebih seperti hotel mewah daripada tempat pulang. "Suamimu tidak datang lagi?" tanya salah satu temannya sebelum meninggalkan pesta tadi. Jasmine hanya tersenyum tipis tanpa menja
Last Updated : 2026-06-08 Read more