Pada akhirnya, mobil mewah itu sampai di area pasar. Suara tawar-menawar, klakson motor, teriakan pedagang sayur, hingga aroma ikan segar bercampur rempah-rempah memenuhi udara. Mobil yang harusnya mentereng di area-area mahal, Raiden justru membawanya ketempat yang seperti sekarang ini. Pria itu membuka pintu mobil terlebih dahulu. Udara khas pasar langsung menyambut wajahnya. Aroma bumbu dapur, gorengan hangat, dan debu jalanan bercampur menjadi satu. Sudut bibirnya terangkat tipis. Baginya, suasana seperti ini terasa begitu akrab. Baru saja ia hendak menutup pintu mobil, matanya menangkap sebuah keributan kecil di dekat pintu masuk pasar. Keningnya langsung berkerut. Seorang wanita tampak berdiri di depan lapak kerupuk sederhana. Sedangkan di depannya berdiri seorang pria bertubuh besar yang terus berbicara dengan nada tinggi. Bahkan dari jarak itu, Raiden bisa melihat jelas bagaimana wanita tersebut tampak ketakutan. "Ada apa itu?" gumamnya pelan, langkahnya kakinya langs
Read more