Sejak dokter memastikan bahwa Jasmine benar-benar mengandung, kehidupan rumah tangga mereka berubah hampir seratus delapan puluh derajat. Zen yang selama ini dikenal dingin, kaku, dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama pekerjaan, perlahan seperti menjadi orang yang berbeda. Hampir setiap hari ia pulang lebih cepat, menanyakan keadaan Jasmine, memastikan jam makannya tidak terlambat, bahkan membaca berbagai artikel mengenai kehamilan agar tidak melakukan kesalahan sebagai calon ayah.Perubahan itu begitu besar hingga Jasmine sendiri terkadang kesulitan mempercayainya. Pagi itu, sinar matahari baru saja menyelinap melalui tirai ketika Jasmine keluar dari kamar dengan pakaian kerja yang sudah rapi. Tas kerjanya sudah berada di tangan, sementara seorang pembantu baru saja menyajikan segelas susu hangat di atas meja.Belum sempat kakinya melangkah menuju pintu utama, suara berat menghentikannya."Sayang."Kepalanya menoleh.Langkahnya men
Read more