Kini hidupnya benar-benar berubah.Raiden berdiri di depan jendela kaca besar apartemen itu sambil memandangi gemerlap lampu kota yang mulai memenuhi malam. Di tangannya ada secangkir kopi hitam pahit buatannya sendiri, sementara sebatang rokok menyala terselip di jemarinya.Angin malam dari balkon yang sedikit terbuka masuk perlahan, membuat tirai tipis bergerak pelan.Semua terasa asing baginya.Hanya karena menolong seorang wanita cantik dan kaya raya, hidupnya berubah sejauh ini. Uang terus mengalir, apartemen mewah, pakaian baru, bahkan—"Astaga, aku lupa menanyakan mobil yang Jasmine berikan untukku yang mana."Raiden menepuk jidatnya sendiri sambil tertawa hambar.Benar-benar kacau.Karena kepanikan tadi siang, ia bahkan lupa menanyakan letak mobil pemberian Jasmine. Padahal itu mobil. Bukan barang kecil yang bisa hilang begitu saja.Ia menghela napas panjang, lalu meraih ponselnya yang tergeletak di meja dekat gelas kopi.Jemarinya mulai mengetik cepat.Jasmine, aku lupa yang
Read more