Sontak, Shen menatap pemilik panti asuhan dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Matanya melebar, seolah baru saja mendengar sesuatu yang terlalu besar untuk langsung dipercaya. "Bu?" Pemilik panti hanya mengangguk pelan. Senyum tipis terbit di wajahnya, tetapi bagi Shen, anggukan itu terasa seperti jawaban dari penantian yang sudah begitu panjang. Dada Shen naik turun. Jemarinya saling menggenggam erat di atas pangkuan, menahan gejolak yang tiba-tiba memenuhi seluruh tubuhnya. Beberapa hari terakhir ia mencari ke mana-mana. Berjalan dari satu tempat ke tempat lain, bahkan hingga membuat dirinya di sekap oleh Intan dan juga Ratna. Tapi sekarang, seakan semua jerih payahnya dan juga tangisannya, terbayar begitu saja. Sejak pertama kali, bahkan perasaan Shen begitu kuat, bahkan rumah yang pernah ia kunjungi memang di sini tempat anaknya dibesarkan.. Dan sekarang, siapa menyangka putranya ternyata begitu dekat. Sebentar lagi, Shen akan bertemu dengannya. Dan perempuan itu berjanji,
Baca selengkapnya