"Eh, Kak Fikri! Kak Fikri yang tadi pinter jawab kakak panitia itu, kan?"Suara cewek itu melengking, manis, dan sengaja dibuat manja.Ayu yang tadinya masih menyandarkan kepala di bahu Fikri di bawah pohon ketapang, langsung tegak. Jepit kupu-kupunya kembali miring.Fikri menoleh. Di depannya berdiri seorang cewek. Rambutnya dicat cokelat agak pirang, gaya yang mahal dan berani di tahun 2010. Poninya tipis ala-ala SNSD yang baru debut. Kaos MOS-nya yang harusnya kebesaran dan jelek, ia modifikasi. Lengannya digulung sampai siku, bawahnya diikat ke samping, jadi nge-press di pinggang. Tasnya bukan tas kain karung goni kayak maba lain, tapi tas tote bag bermerek dari 3Second yang lagi hits. Rok abu-abunya agak lebih pendek dari standar.Cantik. Terlalu cantik untuk ukuran MOS yang bau keringat dan debu lapangan."Oh, iya. Fikri," jawab Fikri sopan, mengangguk sedikit."Kenalin, Kak. Aku Dinda. Dinda Kirana, dari Jurusan Ilmu Komunikasi juga. Satu jurusan sama pacarnya Kakak ya?" kata
Última actualización : 2026-10-20 Leer más