"Berbaringlah, Alana," perintah Julian dengan nada suara yang sangat klinis."Aku tidak mau," sahutku sambil mencoba bangkit dari kasur beludru hitam yang hangat.Julian menahan bahuku dengan satu tangan dinginnya yang sangat kuat bagai jepitan besi."Aku tidak sedang meminta persetujuanmu," kata Julian datar tanpa ada keraguan sedikit pun di wajah pucatnya. "Ini adalah pemeriksaan wajib untuk memverifikasi perkembangan janin di didera rahimmu.""Tubuhku bukan laboratorium pribadimu untuk kau periksa sesukamu, Julian," desisku menahan geram.Julian menatapku tanpa ekspresi emosi yang berarti, mata emasnya tampak sedatar es."Secara hukum pack, tubuhmu adalah milik kami sepenuhnya sejak malam tadi," sahut Julian sangat tenang. "And saat ini, kepentingan ilmiah di rahimmu jauh lebih penting daripada harga dirimu.""Xavier tidak akan membiarkanmu memperlakukanku seperti binatang percobaan!" ancamku mencoba mencari perlindungan.Julian tersenyum dingin, suara tawa klinis sosiopat miliknya
Read more