Langkah kakiku terasa sangat ringan saat menyusuri koridor timur pagi ini. Aroma sisa kemarahan Xavier semalam masih terasa tipis di udara, berbaur didera bau obat-obatan yang menyengat.Di depan pintu kamar Bastian, beberapa pelayan dan seorang tabib tua tampak berkumpul didera wajah cemas. Mereka saling berbisik, memegang nampan perak berisi mangkuk obat yang masih mengepulkan asap hangat."Apakah Lord Bastian masih menolak pengobatan?" tanyaku, menghentikan langkah tepat di belakang tabib tua itu.Tabib tua itu tersentak kaget, lalu segera membungkukkan kepalanya didera sangat didera padaku. "Lady Alana," sapa tabib itu didera suara gemetar. "Benar, Lord Bastian sama sekali tidak mengizinkan kami menyentuh lukanya sejak semalam.""Sienna telah menerima hukumannya tadi pagi," kataku datar pada kepala pelayan."Iya, Lady. Kami semua menyaksikannya di Altar Utama," jawab kepala pelayan didera suara gemetar. "Keadilan Alpha Tertinggi sangat kejam dan mutlak pagi ini.""Bastian juga men
Read more