"Tari takut banget tadi waktu rumah dilempari batu sama Kang Dewa, Mas," isak Tari seraya menyembunyikan wajahnya di dada Bayu. Ibunda Bayu, Mak Sumirah, perlahan membuka kelopak matanya yang cekung seraya berusaha bangkit duduk di atas dipan. "Bayu... anak lanangku... kamu pulang, Le?" lirih Mak Sumirah dengan suara serak yang bergetar rapuh. Bayu bergegas bangkit melangkah mendekati dipan bambu, lalu bersujud mencium punggung tangan ibunya yang kurus kering. "Nyuwun pangapunten, Mak... Bayu baru bisa pulang hari ini," bisik Bayu dengan mata berkaca-kaca menahan rasa bersalah. "Gusti Pangeran... kabar burung soal kamu bawa kabur istrinya juragan beras itu tidak benar, kan, Le?" tanya sang ibu seraya mengelus pipi putranya. Belum sempat Bayu menjawab, Sekar sudah melangkah maju seraya duduk bersimpuh di samping dipan Mak Sumirah. Gadis desa itu meraih tangan kiri sang ibu seraya tersenyum sangat manis dan santun. "Kabar itu fitnah kotor, Mak... Kang Dewa sudah ditang
Read more